DEMOCRAZY.ID – Foto Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS sedang menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci mendadak viral di media sosial.
Potret itu langsung menyulut kemarahan publik. Bahkan, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf turut geram.
Warganet ramai-ramai mengecam sikap Mirwan yang memilih meninggalkan daerahnya saat warganya tengah berjibaku dengan banjir dan longsor yang menerjang 11 kecamatan.
Kritik semakin tajam karena sebelumnya, Mirwan sendiri telah menandatangani Surat Pernyataan Ketidaksanggupan dalam menangani bencana tersebut, yang artinya menyerahkan sepenuhnya penanganan ke pemerintah provinsi.
Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem meminta kepala daerah yang tidak mampu menghadapi banjir dan longsor untuk mundur. Dia juga mengingatkan untuk tidak lari dari tanggung jawab.
“Kepala daerah itu dipilih rakyat untuk bekerja dalam kondisi tersulit sekalipun, bukan untuk mengeluh. Rakyat butuh pemimpin yang berdiri di barisan terdepan, bukan yang lari dari tanggung jawab,” kata Muzakir Manaf di Aceh Timur dilansir Antara, Jumat (5/12/2025).
Menurut Mualem, banjir yang terjadi saat ini bukan bencana biasa. Banjir yang melanda Aceh sebagai tsunami jilid kedua, karena dampak dan luas wilayah terdampaknya lebih parah dari peristiwa tsunami pada 2004.
“Kalau tsunami 2004, air hanya datang sekitar dua jam. Akan tetapi, bencana banjir kali ini, air menggenangi rumah warga sampai lima hari lebih. Ini penderitaan luar biasa bagi rakyat Aceh,” katanya.
Mualem tak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai mendapat kabar Mirwan tetap berangkat umrah di tengah bencana banjir dan longsor yang melanda daerahnya.
Padahal, Mualem secara tegas sudah menolak permohonan izin ke luar negeri yang diajukan Mirwan sejak 24 November 2025.
Penolakan itu disampaikan melalui surat resmi tertanggal 28 November 2025, karena Aceh saat ini tengah berada dalam status Darurat Bencana Hidrometeorologi. Namun Mirwan tetap nekat berangkat ke Tanah Suci.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menyebut Gubernur sudah memerintahkan timnya untuk mengecek kebenaran kabar keberangkatan tersebut. Jika benar, Mualem akan memberikan sanksi.
“Apabila hal tersebut benar adanya, maka beliau akan melakukan teguran kepada Bupati Aceh Selatan,” tegas Muhammad MTA.
Kemendagri dibuat geram dengan sikap Mirwan yang memilih berangkat umrah saat wilayahnya dilanda banjir dan longsor.
Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Benny Irwan, menyebut tindakan Mirwan sebagai hal yang sangat disayangkan dan tak mencerminkan sikap pemimpin yang bertanggung jawab.
“Dalam suasana terdampak bencana, di mana masih terdapat kerusakan dan keterbatasan yang menuntut penanganan dan pemulihan yang segera, maka kehadiran dan keberadaan kepala daerah sangat dibutuhkan di tengah-tengah warga masyarakatnya,” ucap dia.
Benny menegaskan, Aceh Selatan masih berada dalam kondisi darurat akibat bencana alam. Karena itu, kehadiran kepala daerah sangat vital dalam proses pemulihan. Dia juga memastikan, Kemendagri akan menindaklanjuti kasus ini.
“Kita akan telusuri dan dalami informasi awal ini, kemudian akan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Setelah muncul gelombang kritikan, Partai Gerindra mengambil langkah tegas dengan mencopot Mirwan dari jabatan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Aceh Selatan.
“DPP Gerindra memutuskan untuk memberhentikannya sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan,” ujar Sekjen Partai Gerindra, Sugiono, saat ditemui di Jakarta, Jumat (5/12/2025).
Sugiono mengungkapkan kekecewaannya atas keputusan Mirwan yang memilih pergi umrah ke Arab Saudi di tengah situasi darurat bencana yang melanda daerahnya.
“Sangat disayangkan sikap dan kepemimpinan yang bersangkutan,” ujarnya.
Setelah Mirwan dicopot dari jabatan Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan karena naik umrah saat warganya dilanda bencana, Pemkab Aceh Selatan angkat bicara.
Plt Sekda Aceh Selatan, Diva Samudra Putra menjelaskan, keberangkatan Mirwan dan istrinya ke Tanah Suci dilakukan setelah perjuangan keras memastikan penanganan korban bencana berjalan lancar.
“Keberangkatan bupati beserta istri dilakukan setelah melihat situasi Aceh Selatan secara umum yang sudah stabil dan korban bencana tertangani dengan baik,” jelasnya.
Diva menambahkan, Mirwan berangkat umrah sejak Selasa (2/12/2025), setelah menyalurkan bantuan di wilayah Trumon Raya.
Dia membantah keras tudingan bahwa Mirwan meninggalkan warganya saat bencana masih berlangsung.
“Narasi tersebut tidak benar, korban bencana yang mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing. Ini bukti soliditas semua pihak dalam penanganan banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Selatan,” katanya.
Fakta di lapangan, lanjut Diva, Mirwan bersama istri dan tim terus memantau situasi serta memberikan bantuan sebelum berangkat.
Soal siapa yang memimpin penanganan saat Mirwan umrah, Diva mengaku dirinya bersama Wakil Bupati menjalankan tugas tersebut.
“Pemkab Aceh Selatan memastikan penanganan korban bencana di kabupaten tersebut dilakukan dengan semaksimal mungkin. Kini masyarakat yang sebelumnya mengungsi, sudah kembali ke rumah masing-masing,” kata Diva.
Sumber: Liputan6