Klarifikasi Gubernur Jawa Tengah Soal Naik Sepeda Ratusan Juta: Dipinjami Orang

DEMOCRAZY.ID – Nama Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi menjadi perbincangan di mayantara setelah sepeda yang ditungganginya berangkat kerja untuk kampanye hemat energi disebut bernilai ratusan juta rupiah.

Sepeda berwarna hitam yang dikayuh itu merupakan merek Specialized.

Seri Specialized Turbo Levo masuk kategori electric mountain bike (e-MTB) dengan desain full suspension modern.

Dalam takarir yang viral di media sosial, harga Specialized Turbo Levo di pasar Indonesia diperkirakan berada pada kisaran Rp 130 juta hingga Rp 190 juta, bergantung pada spesifikasi dan komponen.

Bahkan, untuk varian tertinggi seperti seri S-Works, harganya dapat menembus lebih dari Rp 250 juta.

Pit listrik premium ini dilengkapi motor penggerak yang terintegrasi di bagian bawah rangka serta baterai yang tersembunyi di dalam downtube.

Desain tersebut membuat tampilannya futuristik sekaligus elegan.

Teknologi itu juga memberikan bantuan tenaga saat dikayuh, sehingga cocok digunakan di berbagai medan, termasuk jalur perkotaan.

Menanggapi hal tersebut, Luthfi menjelaskan bahwa sepeda yang digunakan gowes bersama para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) saat berangkat kerja pada Kamis (9/4) pagi bukan miliknya.

“Itu (sepeda, red) dipinjami orang,” kata eks Kapolda Jawa Tengah ketika dikonfirmasi JPNN.com via layanan perpesanan WhatsApp, Minggu (12/4) malam.

Sepeda Mewah yang Dipakai Ahmad Luthfi Tak Tercatat di LHKPN

GUBERNUR Jawa Tengah Ahmad Luthfi menunggang sepeda diduga seharga ratusan juga ketika mengajak apartur sipil negara hemat energi pada Kamis, 9 April 2026.

Luthfi mengendarai sepeda tersebut bersama anak buahnya.

Mereka awalnya berkumpul di depan Masjid Raya Baiturrahman berjarak sekitar satu kilometer dari Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Rombongan justru berkeliling melintasi sejumlah ruas jalan sebelum menuju Gubernuran.

Tunggangan Luthfi tersebut identik dengan sepeda Specialized seri 2023 Turbo Levo 3 Carbon.

Dalam laman Sepcialized.com, sepeda itu dibanderol 6.799,99 dolar atau setara Rp 116 juta. Sepeda elektrik tersebut dilengkapi suspensi di bagian tengah rangka dan garpu depan.

Sepeda itu tak tercatat dalam Laporan Kekayaan Penyelenggara Negara atau LHKPN tertanggal 27 Februari 2026, atas nama Ahmad Luthfi.

Luthfi, menurut LHKPN itu, memiliki empat kendaraan berupa mobil.

Berdasarkan LHKPN itu tercatat Luthfi memiliki kekayaan Rp 12,29 miliar.

Rinciannya tanah dan bangunan Rp 7,35 miliar, alat transportasi Rp 850 juta, serta kas dan setara kas Rp 4,09 miliar.

Laporan itu mencatat peningkatan kekayaan Luthfi dibandingkan LHKPN tertanggal 23 Mei 2025 yaitu Rp 10,99 miliar.

Sementara kekayaan Luthfi pada 20 Maret 2024 adalah 10,27 miliar.

Luthfi tak menanggapi konfirmasi soal sepeda mewah yang dia tunggangi. Pertanyaan yang dilayangkan kepadanya melalui Whatsapp tak dibalas.

Sumber: JPNN

Artikel terkait lainnya