DEMOCRAZY.ID – Di antara tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat yang misterius adalah kemunculan Dabbah Al-Ardhi, sosok yang digambarkan sebagai seekor binatang melata yang keluar dari perut bumi.
Kisah Dabbah Al-Ard tanda kiamat memicu memicu beragam interpretasi di kalangan ulama, cendekiawan, dan masyarakat.
Makhluk ini disebutkan dalam Al-Qur’an surah An-Naml ayat 82, yang akan tampak ketika kerusakan moral manusia telah mencapai puncaknya.
Kehadirannya bukan sekadar pertanda, tetapi juga berfungsi sebagai pembeda hakiki antara mukmin dan kafir.
Dalam Buku Yaumul Qiyamah: Tanda-Tanda dan Gambaran Hari Kiamat Berdasarkan Sumber-Sumber yang Otentik, karya Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil, kemunculan Dabbah Al-Ardhi terjadi setelah beberapa peristiwa besar lain, seperti terbitnya matahari dari barat dan turunnya Nabi Isa AS.
Peristiwa ini menjadi pengingat terakhir bagi umat manusia tentang kuasa Allah dan kepastian hari akhir.
Dabbah Al-Ard adalah makhluk hidup yang akan keluar dari perut bumi pada akhir zaman sebagai salah satu tanda besar (Kubra) dekatnya hari kiamat. Kehadirannya disebutkan dalam Al-Qur’an:
“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.”(QS. An-Naml: 82)
Makhluk ini bukanlah binatang biasa. Ia memiliki kemampuan berbicara dan berinteraksi dengan manusia, bahkan mampu membedakan antara orang beriman dan kafir.
Sementara, Dirmi, D.A dalam Dabbah Al-Ardh dalam Al-Qur’an dan Relevansinya dengan Reptilia, menyebut selain ayat di atas terdapat beberapa penyebutan dengan sighat dabbah, di antaranya:
Meskipun tidak digambarkan secara rinci dalam Al-Qur’an, beberapa hadis memberikan deskripsi tentang Dabbah. Karakteristik Dabbah Al-Ardhi Berdasarkan penelusuran kitab tafsir seperti Al-Munir, Al-Misbah, dan Al-Azhar, Dabbah Al-Ardhi digambarkan sebagai makhluk yang memiliki ciri-ciri:
Dabbah Al-Ard digambarkan sebagai makhluk yang besar, memiliki bulu, dan berkaki empat. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa ia membawa tongkat Nabi Musa dan cincin Nabi Sulaiman. Kemunculannya menyebabkan keheranan dan bahkan rasa takut.
Ia akan berbicara kepada manusia dengan bahasa yang jelas, menegaskan kebenaran ajaran Allah dan menandai orang-orang berdasarkan iman mereka.
Dabbah Al-Ard akan “menandai” wajah orang beriman dengan cahaya, sedangkan wajah orang kafir akan ditandai dengan kegelapan, sehingga semua orang dapat mengenali status keimanan satu sama lain. Sehingga, semua orang dapat menyaksikan kebenaran iman yang selama ini tersembunyi.
Kata dabbah secara bahasa merujuk pada hewan melata, yang dalam taksonomi modern termasuk dalam kelas Reptilia. Ia mengelompokkan relevansi Dabbah Al-Ardhi dengan empat ordo reptil.
Namun, Dabbah Al-Ardhi tidak dapat disamakan sepenuhnya dengan reptil yang dikenal saat ini, karena ia adalah makhluk gaib yang memiliki misi khusus sebagai tanda ilahi.
Menurut Yusuf al-Wabil, Dabbah berdasar penafsiran ulama muncul dari sekitar Masjidil Haram atau antara Bukit Shafa dan Marwah.
Alkadri dalam Jurnal Analisis Hadis Tanda Kiamat melakukan kritik matan terhadap hadis-hadis tentang tanda kiamat, termasuk Dabbah Al-Ardhi.
Ia menemukan bahwa redaksi hadis tentang sepuluh tanda kiamat tidak lengkap dalam beberapa kitab, kecuali dalam Sunan Ibnu Majah.
Semua riwayat berasal dari sahabat Hudzaifah bin Asid, dan meski redaksinya berbeda, tidak ada pertentangan dengan Al-Qur’an atau logika.
Menurut dia, hadis kemunculan dabbah tersebut bisa ditafsirkan dalam makna tekstual dan kontekstual.
Masih menurut Alkadri, kisah Dabbah Al-Ardhi tidak hanya sekadar cerita masa depan, tetapi juga memiliki relevansi dengan kondisi dunia saat ini:
Mempelajari Dabbah bukan untuk menghitung kapan dan bagaimana kemunculannya, melainkan untuk mengambil ibrah (pelajaran) dan mempersiapkan diri menyambut setiap peringatan Allah, baik yang tersirat dalam fenomena alam maupun yang kelak akan tersurat di wajah kita sendiri.
Kajian Dirmi dan Alkadri menunjukkan bahwa Dabbah Al-Ardhi bukan hanya sekadar mitos atau legenda, melainkan bagian dari wacana eskatologis yang kompleks. Ia dapat dipahami sebagai:
1.Tanda teologis: Pengingat akan kuasa Allah dan kedatangan hari akhir.
2. Simbol ekologis: Cerminan dari kerusakan bumi akibat ulah manusia.
3. Objek studi interdisipliner: Menggabungkan tafsir Al-Qur’an, zoologi, dan kritik hadis.
Kisah Dabbah menuntut pendekatan yang seimbang, yakni meyakini tanda-tanda kiamat sebagai bagian dari iman, sekaligus membuka ruang untuk interpretasi yang relevan dengan konteks kekinian.
Kisah Dabbah mengajak umat untuk percaya pada hal di luar jangkauan akal, sebagai wujud ketundukan pada wahyu.
Kemunculan makhluk luar biasa ini menegaskan bahwa Allah berkuasa penuh atas hukum alam.
Dabbah muncul sebagai konsekuensi kerusakan moral manusia, menjadi pengingat bahaya meninggalkan ajaran Allah.
Tanda di wajah yang diberikan Dabbah memisahkan mukmin dan kafir secara transparan, bentuk keadilan akhir zaman.
Kisahnya mendorong muhasabah, “ke mana tanda akan tertuju di wajahku jika Dabbah muncul sekarang?”
Di akhir zaman yang penuh kebingungan, Dabbah mengembalikan segala sesuatu pada pokoknya: iman vs kufur.
Fenomena besar ini menyadarkan bahwa dunia dan isinya fana, mendorong fokus pada kehidupan akhirat.
Dabbah bisa dimaknai sebagai simbol bencana ekologi yang lahir dari ulah manusia merusak bumi.
Dabbah al-Ard adalah makhluk melata yang akan muncul dari bumi sebagai salah satu tanda hari kiamat dalam ajaran Islam.
Makhluk ini akan berbicara kepada manusia dan memberikan tanda-tanda, seperti mencemerlangkan wajah orang mukmin dan menggelapkan wajah orang kafir.
Ia akan membawa tongkat Nabi Musa dan cincin Nabi Sulaiman untuk menandai orang-orang yang beriman dan tidak beriman.
Cek Fakta: Muncul Hewan Tanda-Tanda Kiamat di IsraelYa, keluarnya Dabbah adalah salah satu tanda-tanda besar kiamat.
Dabbah adalah makhluk melata yang akan keluar dari bumi dan berbicara kepada manusia, menegaskan bahwa manusia tidak meyakini ayat-ayat Allah. Kemunculannya terjadi setelah Ya’juj dan Ma’juj mati dan matahari terbit dari arah barat.
Urutan 10 tanda kiamat besar, menurut sebagian besar hadis, adalah: kemunculan asap (dukhan), munculnya Dajjal, munculnya binatang melata (ad-Dabbah), terbitnya matahari dari barat, turunnya Nabi Isa AS, keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, tiga gerhana di timur, barat, dan jazirah Arab, serta api dari Yaman yang menggiring manusia.
Urutan pasti beberapa di antaranya bisa berbeda dalam riwayat, tetapi secara umum tanda-tanda ini adalah yang paling sering disebutkan.
Ciri-ciri dan Tugas Dabbah, Hewan Melata yang Keluar …Tugas Dabbah di Muka Bumi
Melanjut hadis Rasulullah di bagian sebelumnya, tugas dabbah adalah memberikan tanda kepada orang mukmin dan kafir.
Sumber: Liputan6