‘Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-Pangeran Arab Perang ke Iran!’

DEMOCRAZY.ID – Mantan penasihat Gedung Putih sekaligus tokoh sentral dalam gerakan Make America Great Again atau MAGA, Steve Bannon, melontarkan pernyataan kontroversial yang mengguncang jagat politik internasional.

Bannon secara terbuka mendesak Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (DHS) untuk segera mendeportasi Yair Netanyahu, putra Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, agar kembali ke negaranya dan ikut bertempur dalam konflik melawan Iran.

Kritik tajam ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, dan perdebatan mengenai siapa yang seharusnya berada di garis depan medan perang melawan Iran.

Bannon, dikenal dengan kelugasan gaya bicara dan konfrontatif, tidak menahan diri dalam menyerang gaya hidup Yair yang saat ini diketahui berada di Miami, Florida.

“Anak Netanyahu di Miami itu, usir dia besok,” tegas Bannon dalam sebuah pernyataan yang mengejutkan banyak pihak, dikutip dari media Israel, The Jerusalem Post, Selasa (31/3/2026).

Ia mempertanyakan peran otoritas keamanan AS, dalam menangani keberadaan putra pemimpin Israel tersebut saat negaranya sedang dalam kondisi perang.

“Di mana DHS saat Anda membutuhkannya? Kembalikan dia ke sana. Berikan seragam padanya. Biarkan dia berada di gelombang pertama.” tambah Bannon dengan nada geram.

Sorotan Terhadap Gaya Hidup Anak Pejabat di Tengah Perang

Yair Netanyahu memang telah lama menjadi sasaran kritik, baik di dalam negeri Israel maupun di dunia internasional.

Berbeda dengan adiknya, Avner Netanyahu, yang menjaga profil rendah dan jauh dari sorotan media.

Yair dikenal sangat vokal di media sosial, dan sering memicu kontroversi dengan pandangan-pandangannya yang blak-blakan.

Selama eskalasi perang yang melibatkan Pasukan Pertahanan Israel (IDF), baik Yair maupun Avner dilaporkan tidak bertugas di militer.

Ketidakhadiran Yair di medan tempur, sementara ribuan tentara cadangan Israel dipanggil pulang dari luar negeri, memicu sentimen negatif.

Bannon tampaknya memanfaatkan sentimen ini, untuk menyoroti apa yang ia anggap sebagai ketidakadilan bagi rakyat jelata.

“Rayat biasa harus bertempur, sementara anak-anak elite politik berlindung di luar negeri,” kata dia.

Anak Trump juga

Menariknya, fenomena menargetkan “anak pemimpin” ini tidak hanya berhenti pada keluarga Netanyahu.

Pada akhir Februari lalu, laman daring satir, DraftBarronTrump.com, muncul ke publik.

Laman tersebut memuat kutipan-kutipan palsu dari keluarga Trump yang seolah-olah memuji keberanian Barron Trump, putra bungsu Donald Trump yang kini berusia 19 tahun, dan menyerukan agar ia mendaftar militer untuk melawan Iran.

Rencana Strategis di Pulau Kharg dan Sentilan untuk Pangeran Arab

Selain menyerang Yair Netanyahu, Steve Bannon juga memaparkan visi strategisnya mengenai bagaimana Amerika Serikat dan sekutunya harus menghadapi Iran.

Ia menyatakan dukungan kuat untuk bekerja sama dengan negara-negara Arab dalam upaya merebut Pulau Kharg, sebuah titik vital bagi ekonomi Iran.

“Mari kita libatkan orang-orang Arab. Saya ingin orang Arab. Saya ingin UEA, [Mohammed bin Zayed Al Nahyan], yang merupakan yang terbaik yang mereka miliki di sana. Dan dia memiliki tentara sungguhan, tidak besar, tetapi mereka benar-benar tahu cara bertempur. Pulau Kharg. Itulah tujuan Anda. Majulah,” kata Bannon memaparkan strateginya.

Pulau Kharg, yang terletak di Teluk Persia, merupakan hub utama ekspor minyak Iran. Sekitar 90 persen minyak mentah Iran dikirim melalui pulau ini, dengan China sebagai tujuan utama.

Baru-baru ini, diskusi di dalam pemerintahan AS mulai mempertimbangkan apakah menduduki pulau tersebut diperlukan untuk memaksa Iran berhenti memblokade lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

Bannon tidak hanya menyasar para pemimpin politik, tetapi juga keluarga kerajaan dari negara-negara Teluk yang menurutnya harus lebih berkontribusi secara fisik dalam menjaga keamanan wilayah mereka sendiri.

“Dan masukkan juga beberapa pangeran Qatar. Masukkan juga pangeran-pangeran Saudi ke sana. Keluarkan mereka dari London, keluarkan mereka dari kasino dan rumah bordil di London. Dan pulangkan mereka ke Teluk,” tambah Bannon dalam sindiran pedasnya terhadap gaya hidup mewah para bangsawan Arab di Eropa.

Sumber: Suara

Artikel terkait lainnya