Ketua Angkatan Sebut Jokowi Tidak Aktif di Organisasi UGM: Hobinya Naik Gunung, Bukan Aktivis Kampus!

DEMOCRAZY.ID – Mustoha Iskandar, ketua angkatan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1980, mengungkap sosok Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) semasa kuliah.

Semasa kuliah di Kampus Biru, julukan bagi UGM, Mustoha Iskandar menyebut bahwa Jokowi bukan mahasiswa yang aktif di organisasi UGM.

Mustoha juga menegaskan bahwa Jokowi bukanlah seorang aktivis kampus semasa masih kuliah.

Ia menceritakan bahwa Jokowi tidak pernah mengikuti organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) UGM, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) UGM, hingga Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) UGM.

“Pak Jokowi memang bukan aktivis kampus, baik itu di organisasi ekstra kampus, misalnya HMI, GMNI atau di organisasi intra kampus, Senat atau BPM itu sama sekali enggak aktif,” kata Mustoha, dikutip Tribunnews dari tayangan di kanal YouTube Official iNews, Jumat (5/12/2025).

Meski tidak aktif di organisasi kampus, Jokowi, kata Mustoha, memiliki hobi mendaki gunung.

Jokowi diketahui pernah mendaki Gunung Kerinci, Sumatera Barat, hanya menggunakan sepatu sneakers pada 1983 silam.

“Hobinya itu naik gunung,” ucap Mustoha.

Sebagai kawan seangkatan Jokowi di Fakultas Kehutanan UGM 1980, Mustoha Iskandar menegaskan bahwa ayah dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu telah lulus dan wisuda di UGM.

“Waktu wisuda ada (Jokowi), saya menyaksikan,” ucapnya.

Menurut Mustoha, mengerjakan skripsi di Fakultas Kehutanan UGM kala itu membutuhkan waktu yang lama.

Masa-masa stres itu dialami olehnya, Jokowi, hingga teman-teman lainnya di Fakultas Kehutanan.

Mustoha mengaku bahwa dirinya membutuhkan waktu 8 bulan untuk menyelesaikan karya skripsinya.

“Di Fakultas Kehutanan itu bikin (skripsi) agak lama, kayak saya misalnya itu 8 bulan, satu semester lebih,” ungkapnya.

Mustoha Iskandar menjelaskan bahwa jumlah mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM 1980 tidak sampai 90 orang.

Dari 90 orang tersebut, ada beberapa yang diperiksa polisi terkait dengan kasus tuduhan ijazah palsu Jokowi.

“Ada 15 orang, termasuk saya, teman satu angkatannya, yang di-BAP oleh Polda Metro Jaya,” kata dia.

“Teman-teman kami ini 15 orang siap bersaksi di pengadilan,” tegasnya.

Mustoha menegaskan bahwa ijazah Jokowi asli seperti miliknya.

Namun, ijazah Mustoha Iskandar saat ini tengah disita oleh Polda Metro Jaya.

“Bulan (wisuda) sama 5 November 1985,” ucap Mustoha sambil menunjukkan fotokopi ijazahnya.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya