Keren! Terungkap di Sidang Gugatan Ijazah: Jokowi Dipanggil ‘Jack’ Saat KKN di Boyolali

DEMOCRAZY.ID – Sidang gugatan ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), melalui mekanisme citizen lawsuit kembali digelar, pada Selasa (3/2/2026) di Pengadilan Negeri (PN) Solo.

Sidang tersebut menghadirkan saksi teman Kuliah Kerja Nyata (KKN) Jokowi. Di dalam persidangan, terungkap bahwa Jokowi dipanggil Jack saat KKN yang dilaksanakan di Kabupaten Boyolali.

Majelis hakim menghadirkan Ritje Dwidjaja dari Fakultas Biologi dan Yohana dari Fakultas Hukum.

Mereka melaksanakan KKN bersama Jokowi pada Maret hingga Juni 1985.

“Kalau di lingkungan kami memanggil Jokowi dengan Jack. Pada waktu KKN, saya memanggilnya sebagai Jack,” kata Ritje Dwidjaja, dalam persidangan.

Ritje mengaku mengenal Jokowi sejak saat mengikuti program KKN di Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali yang berlangsung dari Maret hingga pertengahan Juni 1985.

“Saya sendiri, kemudian Joko Widodo dari Fakultas Kehutanan. Ketiga, Eko Sosilo Adi Utomo dari Fakultas Teknik Geodesi, dan keempat Yohana dari Fakultas Hukum,” ujar Ritje.

Tak Pernah Komunikasi Usai KKN

Ia menyebut, dari keempat mahasiswa tersebut, Eko Sosilo telah meninggal dunia pada 2018.

Sementara setelah KKN selesai, dirinya tidak lagi menjalin komunikasi dengan Jokowi maupun Yohana.

Hal serupa juga diungkapkan Yohana. Ia juga menyebut jika Jokowi dipanggil Jack saat KKN.

“Jadi ada empat orang, saya berempat kemudian mengangkat koordinator desa (Jokowi). Kemudian dengan Rince, lalu Eko panggilannya Ecot dan panggilannya Jeck kalau Jokowi,” kata Yohana, dalam persidangan.

Ia mengatakan, selama melaksanakan KKN, dirinya bertempat tinggal di Rumah Kepala Desa. Di situ ia sekamar dengan Ritje.

Sementara Jokowi sekamar dengan Eko.

Mereka juga melakukan sejumlah program saat KKN. “Kegiatan ada pembuatan papan nama, penyuluhan dan balai desa kami membantu mengerjakan PR-nya,” jelasnya.

Yohana juga mengatakan, di lokasi KKN saat itu kondisinya sudah ada penerangan listrik, akan tetapi pada pukul 00.00 akan mati.

“(Penerangan) Menggunakan genset, kita tambahan ada petromat, ada listrik tapi bukan PLN,” katanya.

Sumber: Kompas

Artikel terkait lainnya