KERAS! ‘Protes Besar’ Warga Australia di Melbourne Warnai Kunjungan Presiden Israel

DEMOCRAZY.ID – Ribuan warga Australia turun ke jalan di Melbourne untuk memprotes kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog.

Aksi yang dipusatkan di luar Stasiun Flinders itu kemudian bergerak menuju Gedung Parlemen Victoria, dengan membawa spanduk, bendera Palestina, serta meneriakkan tuntutan penghentian kekerasan di Jalur Gaza.

Demonstrasi tersebut menjadi salah satu aksi solidaritas terbesar di Melbourne dalam beberapa bulan terakhir.

Massa menuntut keadilan bagi warga sipil Palestina yang tewas dalam konflik di Gaza, sekaligus mendesak pemerintah Australia mengambil sikap lebih tegas terhadap Israel.

Sejak pagi, kawasan pusat kota Melbourne dipadati pengunjuk rasa dari berbagai latar belakang, mulai dari aktivis hak asasi manusia, organisasi mahasiswa, hingga kelompok masyarakat sipil.

Aparat keamanan tampak bersiaga di sejumlah titik strategis, terutama di sekitar rute yang dilalui iring-iringan kendaraan resmi dan lokasi kegiatan kenegaraan.

Dalam orasi-orasinya, sejumlah perwakilan demonstran menyebut Herzog sebagai “penjahat perang” dan menilai kunjungannya ke Australia tidak mencerminkan komitmen terhadap perdamaian.

Mereka menuding pemerintah Israel bertanggung jawab atas jatuhnya korban sipil di Gaza dan menyerukan gencatan senjata permanen.

Aksi yang mereka sebut sebagai upaya “mengepung” Presiden Israel itu merupakan simbol penolakan terhadap kebijakan Israel di wilayah Palestina.

Meski demikian, tidak ada laporan resmi mengenai gangguan langsung terhadap agenda kenegaraan Herzog selama berada di Australia.

Kunjungan Herzog ke Australia merupakan yang pertama dalam enam tahun terakhir.

Lawatan tersebut disebut sebagai bagian dari agenda diplomatik untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk kerja sama di bidang ekonomi, keamanan, dan inovasi teknologi.

Namun, kedatangan kepala negara Israel itu berlangsung di tengah meningkatnya tekanan publik internasional terkait situasi kemanusiaan di Gaza.

Sejumlah kelompok masyarakat sipil di Australia telah lebih dulu menyerukan aksi unjuk rasa sejak pengumuman resmi kunjungan tersebut.

Selain di Melbourne, gelombang protes juga dilaporkan terjadi di kota-kota lain yang menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Herzog.

Massa menyuarakan pesan serupa: penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil, serta peninjauan ulang dukungan politik terhadap Israel.

Pemerintah Australia sendiri sejauh ini mempertahankan posisi diplomatiknya, dengan menyatakan dukungan terhadap solusi dua negara dan pentingnya perlindungan warga sipil di kedua belah pihak.

Namun, tekanan dari kelompok masyarakat terus menguat, menuntut langkah yang lebih konkret.

Aksi di Melbourne berlangsung relatif tertib meski diwarnai ketegangan verbal antara demonstran dan kelompok kecil yang menyatakan dukungan terhadap Israel.

Aparat kepolisian memastikan pengamanan dilakukan untuk menjaga ketertiban umum dan kelancaran aktivitas kota.

Kunjungan Herzog dan respons publik yang menyertainya mencerminkan bagaimana konflik Timur Tengah memiliki resonansi global, termasuk di negara-negara yang secara geografis jauh dari pusat konflik.

Di Australia, perdebatan mengenai sikap pemerintah terhadap Israel dan Palestina kini kembali mencuat ke ruang publik, dipicu oleh dinamika geopolitik dan sentimen kemanusiaan yang mengemuka.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya