DEMOCRAZY.ID – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana angkat bicara terkait polemik kepemilikan 41 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Yasika Aulia Ramadhani, putri dari Wakil Ketua DPRD Sulsel, Yasir Machmud.
Isu ini sempat memicu kehebohan di media sosial dan menimbulkan dugaan monopoli satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
Dadan menepis anggapan tersebut. Menurutnya, keberadaan puluhan SPPG milik Yasika tidak bisa disebut monopoli, karena pembangunannya tidak menggunakan dana negara.
“Itu kan bukan uang negara, itu investasi. Jadi siapapun yang mampu membangun, dipersilakan,” kata Dadan saat ditemui di kantor Kementerian PPN, Jakarta, dikutip Sabtu (22/11/2025).
Ia menilai justru kontribusi pihak seperti Yasika membuat percepatan pembangunan dapur MBG berjalan lebih cepat.
Kepemilikan 41 dapur MBG oleh anak seorang legislator daerah menjadi sorotan karena aturan BGN membatasi maksimal 10 dapur untuk satu yayasan dalam satu provinsi.
Sementara untuk lintas provinsi, batasannya lima unit per yayasan.
Dikatakan Dadan, proses pengajuan SPPG dilakukan melalui portal resmi dan berbasis dokumen.
Ia mengaku tidak mengetahui siapa saja pemohon yang masuk.
“Saya tidak kenal siapa pun yang daftar karena semuanya melalui sistem,” katanya.
Sebelumnya, Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang telah mengonfirmasi bahwa Yasika bisa mengelola 41 dapur MBG karena menggunakan banyak yayasan berbeda.
“Dengan nama yayasan yang berbeda-beda,” kata Nanik dalam pesan tertulisnya.
Di lapangan, informasi yang beredar menyebut Yasika yang baru berusia 20 tahun itu telah memimpin 41 dapur sekaligus.
Wilayah operasinya tersebar di Sulawesi Selatan, yakni 16 dapur di Makassar, 3 di Parepare, 2 di Gowa, dan 10 di Bone.
Dadan menegaskan bahwa mitra seperti Yasika justru mempercepat tercapainya target program MBG.
Ia mengaku terbantu dengan kehadiran SPPG yang dibangun menggunakan dana mandiri tersebut.
“Itu kan investasi, jadi siapapun yang bangun, Badan Gizi sangat terbantu karena demikian cepat fasilitas terbangun,” ujarnya.
Dadan juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh mitra MBG karena mereka ikut menggerakkan program besar ini.
“Mau disimpan di mana muka saya? Karena mereka itu yang mempercepat program ini berjalan dengan cepat. Kalau program ini tidak jalan, yang malu kan juga presiden,” kata Dadan.
Sumber: Fajar