DEMOCRAZY.ID – Pemerhati politik dan kebangsaan, M Rizal Fadillah, melontarkan kritik keras terhadap mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui tulisan berjudul “GANTUUUNG JOKOWI…..!”.
Dalam artikelnya, ia menilai kemarahan publik terhadap Jokowi semakin memuncak, bahkan memunculkan berbagai usulan ekstrem terkait bentuk hukuman yang dianggap setimpal dengan “dosa politiknya”.
Rizal Fadillah menyebut bahwa banyak warga merespons gagasan bahwa Jokowi berpotensi menjadi presiden pertama yang masuk penjara.
Menurutnya, sebagian masyarakat menilai hukuman penjara tidak sebanding dengan kerusakan yang disebut terjadi selama kepemimpinan Jokowi.
“Respon setuju tentu wajar… Lucunya adalah penilaian bahwa bui itu tidak sebanding dengan dosa politiknya,” tulisnya, Rabu (26/11/2025).
Rizal memaparkan sejumlah “usulan” yang muncul dari warga, mulai dari hukuman penjara khusus, hukuman mati, hingga ide menjadikan Jokowi “tontonan” di kebun binatang.
Ia menilai berbagai aspirasi tersebut muncul sebagai bentuk luapan kekesalan publik.
Salah satu usulan yang ia soroti adalah tuntutan agar Jokowi dihukum gantung di Monas, merujuk pada Pasal 11 KUHP yang memang mengatur tata cara pelaksanaan pidana mati melalui tiang gantungan.
“Sebenarnya hal itu bisa, asal hakim pengadilan mau dan berani memutuskan,” tulisnya.
Dalam tulisannya, Rizal juga menyebut kemarahan publik tidak hanya tertuju pada Jokowi, tetapi juga keluarganya.
Ia menyinggung bahwa sebagian warga mengusulkan agar “satu keluarga” turut dipenjara karena dianggap terlibat dalam praktik politik yang ia klaim merusak tatanan negara.
Ia bahkan menyinggung perbandingan dengan peristiwa bersejarah di Rusia terkait Tsar Nicholas II.
Rizal Fadillah menilai Jokowi masih aktif melakukan “kerja-kerja politik” setelah tidak lagi menjabat presiden, termasuk menjadi Ketua Tim Sukses bagi putranya, Gibran Rakabuming Raka.
“Presiden disandera dan aparat diperalat. Ia menjadi Ketua Timses anaknya Gibran untuk melaju,” tulisnya.
Ia menyebut bahwa campur tangan politik Jokowi dinilai masyarakat sebagai bentuk keserakahan yang harus dihentikan.
Di bagian akhir, Rizal menyerukan agar Jokowi segera diproses hukum dan Gibran dimakzulkan.
Ia menilai langkah tersebut sebagai “misi suci” untuk memperbaiki negara.
“Stop teriak Hidup Jokowi… nanti rakyat akan balas dengan teriakan Gantuuung Jokowi…!” tegasnya.
Sumber: RadarAktual