DEMOCRAZY.ID – Keajaiban terjadi pada mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad yang sempat dikabarkan tewas dalam serangan Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (27/2/2026).
Setelah diberitakan sejumlah media barat bahwa Ahmadinejad tewas, mantan Presiden Iran itu muncul ke publik pada Rabu (4/3/2026).
Terlihat dalam video yang viral di X Ahmadinejad hadir di pemakaman korban tewas Iran atas serangan AS.
Ahmadinejad terlihat sehat dan bisa berjalan normal menghampiri kuburan para syuhada Iran.
Melihat Ahmadinejad hidup, warga Iran tidak kuasa menahan haru hingga menciumi dan menyalami mantan Presiden mereka.
“Iran telah merilis rekaman mantan presiden Ahmadinejad yang masih hidup dan sehat, saat mengunjungi pemakaman para martir,” tulis X Iran Observer.
Dimuat situs berita Iranintl Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dilaporkan masih hidup setelah upaya pembunuhan.
Kabar itu disampaikan seorang sumber kepada Iran International pada hari Selasa.
Sumber-sumber tersebut mengatakan bahwa Ahmadinejad tidak terluka dan telah dipindahkan ke tempat yang aman.
Selama akhir pekan, di tengah serangan Israel, media Iran memberitakan kabar yang saling bertentangan tentang nasib Ahmadinejad.
Beberapa media mengatakan dia telah tewas sementara yang lain mengatakan mereka tidak dapat mengkonfirmasi klaim tersebut.
Misalnya saja kabar kematian Ahmadinejad pertama kali muncul melalui laporan media Iran yakni Iran Labour News Agency (ILNA) pada 1 Maret 2026.
“Mahmoud Ahmadinejad, yang menjabat sebagai Presiden Iran dari tahun 2005 hingga 2013, tewas dalam serangan udara gabungan Israel-AS pada hari Sabtu (28/2/2026).” ungkap ILNA melalui keterangannya ke publik.
ILNA dan media negara Iran lainnya dilaporkan mengonfirmasi bahwa serangan tersebut menewaskan Ahmadinejad beserta beberapa pengawal dan ajudannya.
Video dari lokasi menunjukkan kerusakan signifikan, termasuk pada sebuahsekolah setempat yang menyebabkan korban sipil, termasuk anak-anak.
Otoritas Iran menyatakan bahwa proses identifikasi korban dan pengamanan lokasi masih berlangsung hingga 1 Maret 2026.
Sosok Ahmadinejad merupakan figur krusial dalam dinamika politik Timur Tengah selama masa jabatannya.
Pihak ILNA lebih lanjut menjelaskan rincian mengenai lokasi kejadian tersebut.
Dalam pernyataannya, ILNA menyebutkan bahwa serangan gabungan Israel dan AS tersebut menargetkan kediaman Ahmadinejad di distrik Narnak di timur laut Teheran.
Serangan tersebut mengakibatkan kematiannya dan beberapa pengawalnya.
ILNA juga mengonfirmasi bahwa hingga saat ini, proses identifikasi dan pengamanan di sekitar lokasi kejadian masih terus dilakukan oleh otoritas setempat.
Sumber: Tribun