DEMOCRAZY.ID – Mantan Kabareskrim Komjen (Pol) Purn Susno Duadji turut menyoroti perkembangan kasus pembunuhan anak dari anggota Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon, Banten, Maman Suherman.
Susno Duadji melihat ada kejanggalan dalam peristiwa pembunuhan tersebut
Kasus pembunuhan tersebut masih menjadi misteri hingga Sabtu (27/12/2025).
MAMH alias A (9) ditemukan tewas dengan 22 luka tusukan di rumah mewah Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kota Cilegon, Banten, Selasa (16/12/2025).
Susno Duaji menyampaikan dua kejanggalan dalam kasus tersebut diantaranya keberadaan Asisten Rumah Tangga (ART) dan satpam rumah.
“Kan banyak kejanggalan. Kejanggalan di situ apa? Kan di situ katanya ada pembantu laki, ada pembantu perempuan,” kata Susno dikutip dari Youtube Kompas TV, Sabtu (27/12/2025).
“Tapi pada saat kejadian dia pulang gitu kan kalau enggak salah pulangnya kan berapa jam sebelum kejadian. Nah, itu kejanggalan kan,” sambungnya.
Ia juga mempertanyakan keberadaan satpam yang berjaga di rumah mewah tersebut.
“Apakah rumah itu ada satpam apa enggak di luar karena rumah sebesar itu. Kalau satpam pada waktu hari kejadian itu di mana satpamnya?” kata Jenderal Bintang Tiga itu.
Susno juga meminta penyidik memeriksa seluruh alat bukti elektronik yakni ponsel. Ponsel seluruh penghuni rumah tersebut mesti diperiksa.
“Maka HP yang di rumah itu semua harus diperiksa. HP kakaknya, HP korban sendiri. Kalau korban ini sudah punya HP, HP pembantunya, HP satpam, HP siapa untuk dibuka semua?” kata Susno.
Dari pemeriksaan ponsel tersebut, Susno menuturkan penyidik dapat menelusuri pembicaran yang terkait peristiwa pembunuhan itu.
“Ada enggak ee telepon, ada enggak video dan lain-lain yang terkait dengan peristiwa pembunuhan ini,” katanya.
Kasi Humas Polres Cilego, AKP Sigit Dermawan menerangkan rumah mewah milik Politisi PKS Maman Suherman tersebut ditinggali oleh delapan orang.
“Ada delapan orang, keluarga korban dan pihak lain. Termasuk orang tuanya,” kata Sigit dikutip dari TribunnewsBogor.
Rumah mewah tersebut memang dipasangi CCTV, namun kata Sigit semuanya rusak.
“CCTV itu rusak,” katanya.
Bukan hanya itu saja, rumah Maman juga tidak dijaga security. Hanya ada petugas keamanan perumahan saja.
“Tidak ada security pribadi,” katanya.
Satpam perumahan, Sukir, mengatakan saat hari kejadian sebenarnya ada dua orang asisten rumah tangga (ART).
Namun keduanya pulang.
“Katanya itu pembantunya ada yang pulang jam 11 yang satu. Ada yang satunya jam 2,” kata Sukir.
Di sisi lain, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menjelaskan, kasus tersebut saat ini masih tetap berada di tahap penyelidikan.
“Saya tidak akan sampaikan perkembangan di sini, intinya masih dalam tahap penyelidikan,” ujar Irjen Pol Hengki dikutip dari TribunBanten.com di Depan Masjid Baiturrahman Polda Banten, usai Salat Jumat dan Rilis Akhir Tahun 2025,” Jumat (26/12/2025).
“Teknis penyelidikan tidak kami sampaikan di sini ya,” lanjut Kapolda Banten.
Ia mengakui, bila kasus pembunuhan anak dari anggota Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon, Maman Suherman itu telah ditangani Polda Banten dengan dibantu Polres Cilegon.
“Penyelidikan diketuai langsung oleh Pak Dirkrimum Polda Banten. Masih dalam penyelidikan, pemeriksaan saksi-saksi dan sebagainya, kita sudah mendatangkan Labfor,” jelas Kapolda Banten
Sementara itu, Ketua Bidang Advokasi PKS Nurul Amalia mengaku belum bisa menyampaikan secara mendetail mengenai kronologi kasus tersebut.
“Jadi selama ini juga pihak kepolisian belum menyampaikan ya motifnya dan lain-lain. Jadi saya pikir saya belum bisa menyampaikan terkait fakta-fakta itu,” katanya.
Sosok A sendiri, sebagai murid, dikenal berperilaku baik, ceria, mudah bergaul, dan aktif mengikuti kegiatan sekolah.
“Kesehariannya itu, alhamdulillah Ananda itu termasuk alim ya, perilakunya juga bagus, akhlaknya bagus, kemudian ceria, kemudian main bersama dengan teman-temannya,” ujar Kepala SD tempat A bersekolah, Ridwan Arifin, Kamis (18/12/2025).
Ia menyebut A aktif dalam kegiatan Pramuka dan selalu menunjukkan antusiasme tinggi.
“Setelah Pesta Siaga dan Pesta Penggalang, dia bilang ke pelatihnya, ‘Kak, ada Pramuka lagi kapan? Saya sudah siap nih untuk ikut lagi,’” katanya.
Dalam bidang akademik, A juga tergolong berprestasi.
“Ananda itu di kelas termasuk peringkat 10 besar. Disukai teman-temannya karena sering berbagi,” ungkap Ridwan.
Selain itu, A sempat menyampaikan keinginan mengikuti les musik, meski belum sempat terwujud.
“Dia bilang mau ikut les drum atau piano,” tuturnya.
Sumber: Tribun