Jokowi Tunjukkan Ijazah ke Pengurus Projo untuk Bantah Isu Palsu, Gus Nur: Terus Ada Kekuatan Hukumnya Gitu?

DEMOCRAZY.ID – Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ijazahnya kepada jajaran pengurus Projo (Pro Jokowi) saat pertemuan di kediaman Sumber, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah, pada Jumat (24/10).

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, usai pertemuan tersebut.

Budi Arie menjelaskan bahwa pertemuan itu bertujuan untuk menyampaikan undangan Kongres Ketiga Projo yang akan digelar pada 1-2 November 2025.

Dalam kesempatan itu, Jokowi secara spontan menunjukkan ijazahnya kepada para pengurus Projo yang hadir.

“Urusan ijazah ini penting nih. Tadi dikasih lihat,” ujar Budi Arie.

“Udah, udah lihat. Asli. Asli,” tambahnya, menegaskan keaslian ijazah tersebut.

Wakil Ketua Umum Projo, Freddy Damanik, menambahkan bahwa isu mengenai ijazah Jokowi seharusnya tidak perlu diperdebatkan lagi.

Jokowi telah berulang kali menegaskan keaslian ijazahnya dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Kita tadi dipertunjukkan bahwa ijazah Pak Jokowi itu ada dan Pak Jokowi juga sudah menunjukkan ke rektor, ke dekan,” kata Freddy.

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan ijazah tersebut membantah semua tuduhan yang menyebut ijazah Jokowi palsu.

“Jadi bukan hanya menepis semua isu-isu dan keraguan bahwa ijazah Pak Jokowi itu hilang, terbakar, tetapi memang ada dikeluarkan UGM dan masih dipegang oleh beliau. Jadi selesai isu ijazah itu ya,” tegasnya.

Di sisi lain, Gus Nur mempertanyakan kekuatan hukum dari tindakan Jokowi tersebut.

“Kalau sudah ditunjukkan ke Projo terus Indonesia sepakat gitu bahwa ijazahnya mantan presiden itu asli gitu?” kata Gus Nur.

“Terus kalau sudah ditunjukkan ke Projo terus ada kekuatan hukum gitu bahwa ijazahnya asli gitu? Astagfirullahalazim,” tambahnya heran.

Tindakan Jokowi menunjukkan ijazahnya kepada pengurus Projo ini menjadi sorotan publik di twngah polemik keaslian ijazah.

Sementara di tengah persidangan terjadi deadlock saat mediasi sidang ijazah Jokowi.

Meskipun tujuannya adalah untuk membantah isu yang beredar, beberapa pihak masih mempertanyakan efektivitas tindakan tersebut dalam menyelesaikan polemik yang ada.

Sumber: PorosJakarta

Artikel terkait lainnya