Jokowi ‘Restui’ PSI Ubah Kandang Banteng Jadi Kandang Gajah!

DEMOCRAZY.ID – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) disebut telah merestui tekad Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengubah Jawa Tengah yang selama ini dikenal sebagai basis pemilih PDIP atau “Kandang Banteng” menjadi “Kandang Gajah” pada Pemilu 2029.

Restu Jokowi memperkuat rasa percaya diri PSI menghadapi dominasi PDIP di wilayah tersebut.

Ketua DPP PSI Bidang Politik, Bestari Barus, menegaskan Jokowi akan berperan besar dalam pertarungan PSI di Jawa Tengah.

Efek Jokowi diyakini masih kuat, terbukti dari kemenangan pasangan Prabowo-Gibran di Pilpres lalu.

“Oh iya, harus (disetujui Jokowi). Karena kita paham betul bagaimana peran Pak Jokowi ketika memenangkan Pak Prabowo di Jawa Tengah. Ya kita berharap nanti efeknya berbagi ke gajah-gajah ini,” kata Bestari dalam podcast bersama Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra, di kantor redaksi, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Kader Solid Jadi Mesin Penggerak

Bestari menekankan, selain efek Jokowi, kesolidan kader menjadi faktor penentu.

“Didukung oleh kelengkapan mesin dan kesehatan mesin kader partai itu,” ujarnya.

Jokowi, menurut Bestari, juga berpesan agar PSI memiliki struktur matang dan kader yang mau bekerja.

“Sebesar apa pun efek bawaan dari siapa pun, kalau mesinnya nggak ada, percuma. Efek itu baru penuh ketika mesin berjalan selaras,” tandasnya.

Kaesang Targetkan Jateng Jadi Kandang Gajah

Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, sebelumnya menargetkan Jawa Tengah menjadi “Kandang Gajah” dalam Rakorwil di Solo, Jawa Tengah, Kamis (8/1/2026).

PSI saat ini memiliki 12 kursi DPRD di Jawa Tengah, terdiri dari lima kursi di Kota Semarang, lima kursi di Kota Solo, dan dua kursi di DPRD Provinsi.

Kaesang menilai jumlah tersebut terlalu kecil.

“Target provinsi 17 kursi, naik jauh sekali. Kalau kabupaten/kota, minimal satu fraksi,” tegasnya.

PSI kini merapikan struktur hingga tingkat kelurahan untuk memetakan potensi kemenangan.

PDIP Pilih Kalem

Pernyataan Kaesang menantang dominasi PDIP di Jawa Tengah mendapat respons tenang dari partai berlambang banteng.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan,

“Pemilu masih panjang. Rakyat yang menentukan. Rakyat yang punya kedaulatan,” kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di sela Rakernas PDIP di Ancol, Jakarta, Sabtu, (10/1/2026).

Ketua DPP PDIP yang juga mantan Calon Presiden 2024, Ganjar Pranowo, memilih bungkam dan hanya tersenyum saat dimintai komentar perihal psywar Kaesang Pangarep.

PDIP Diyakini Tak Gentar

Pengamat politik Adi Prayitno menilai sikap kalem PDIP sebagai pesan bahwa politik elektoral belum relevan di tengah bencana.

Hasto pun menekankan fokus partai pada autokritik dan kerja kemanusiaan.

“PDI Perjuangan bergerak maksimum demi kemanusiaan tanpa mempertimbang aspek-aspek mereka memilih siapa,” ujarnya.

Meski pernyataan Kaesang dianggap psywar, PDIP diyakini tak gentar.

Basis mereka di Jawa Tengah tetap kuat dengan kemenangan di 19 kabupaten/kota pada Pileg 2024.

Pertarungan politik di Jawa Tengah diprediksi semakin panas.

Restu Jokowi, strategi Kaesang, dan sikap kalem PDIP menjadikan “Kandang Gajah” versus “Kandang Banteng” sebagai simbol rivalitas politik yang akan diuji di Pemilu 2029.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya