‘Jokowi Akan Menjadi Kutukan Sejarah’

‘Jokowi Akan Menjadi Kutukan Sejarah’

Oleh: Sholihin MS | Pemerhati Social dan Politik

Kejahatan yang tidak pernah berhenti yang dilakukan Jokowi akan menempatkan Jokowi sebagai penjahat negara yang abadi yang akan dicatat sejarah.

Kesan yang melekat pada diri Jokowi bukan sebagai seorang Mantan Presiden, tapi seorang koruptor, pembunuh, pelaku kecurangan, pembohong, penipu, dan pengkhianat negara.

Bagi rakyat yang waras, Jokowi adalah sosok yang sangat zalim dan biadab. Tidak ada satu pun kesan baik dari dirinya.

Jokowi hanya dikagumi hanya oleh para termulnya, para buzzer, para aktor bayaran, pera pemuja buta, para antek dan kaki tangannya, para sandera, orang-orang dungu yang terkena sihirnya, dan gerombolan PKI yang telah bermetamorfose menjadi kelompok KGB (komunis gaya baru).

Kejahatan Jokowi telah melingkupi segala bentuk kejahatan. Paling tidak ada delapan bentuk kejahatan Jokowi :

Pertama, Kejahatan penipuan dan kebohongan

Seluruh ucapan yang keluar dari mulut Jokowi tidak ada satupun yang benar dan jujur, semua bohong dan tipu-tipu. Termasuk membohongi semua janji-janji Pemilu.

Bahkan ada yang telah menyimpulkan untuk memahami ucapan Jokowi dengan pemahaman terbalik, jika Jokowi bilang tidak impor artinya impor, jika bilang ekonomi meroket artinya menurun, Jika Jokowi bilang tidak ada korupsi artinya terjadi banyak korupsi.

Kedua, Kejahatan korupsi

Korupsi Jokowi sudah mencapai mega korupsi. Sumber korupsi Jokowi berasal dari lima sumber : tambang legal, tambang ilegal, proyek pemerintah yang dimark up, fee dari Pemerintah China dan oligarki Taipan, setoran para mafia dan bandar judi, seteirang dari para menteri dan kepala daerah.

Ketiga, Kejahatan merekayasa hukum dan Undang-undang

Demi menyelamatkan dan mengamankan semua kejahatannya, maka betbagai pasal dalam Undang-undang pun dirubah dan direkayasa, Semuanya demi memuliskan kejahatannya.

Keempat, Kejahatan memalsukan dokumen untuk mencalonkan diri sebagai Walikota, Gubernur dan Presiden

Semua dokumen negara yang dimiliki Jokowi itu palsu, tetapi selalu diloloskan pihak berwenang.

Kelima, Kejahatan mengendalikan berbagai lembaga negara dan penegak hukum demi meloloskan segala kebusukan dan kejahatannya

Kejahatan Jokowi yang sangat biadab adalah mengendalikan seluruh lembaga negara dan lembaga penegak hukum, tujuannya demi ambisi kekuasaan dengan cara-cara licik dan jahat, termasuk lembaga KPU, KPK, dan Kepolisian

Keenam, Kejahatan Jokowi merekayasa hasil Pemilu (terutama Pilpres 2024) dengan memenangkan paksa paslon Prabowo-Gibran

Kemenangan Prabowo-Gibran itu palsu, kemenangan Pilpres 2024 yang sesungguhnya itu Paslon Anies-Muhaemin.

Ketujuh, Kejahatan merekayasa hukum di KPU dan MK untuk menobatkan Gibran sebagai Wapres

Naiknya Gibran manusia idiot yang nirkemampuan hanya sebuah rekayasa hukum dan berbagai aturan baik di KPU maupun di MK

Kedelapan, Kejahatan Jokowi menjual dan menggadaikan negara

Pembangunan Proyek Indah Kapuk, Reklamasi, Pagar Laut, Bandara IPMI, dll adalah kejahatan terhadap kedaulan negara Republik Indonesia.

Sampai saat ini Jokowi masih terus aktif melakukan kejahatan terhadap bangsa dan negara, termasuk melakukan korupsi dan mengendalikan berbagai lembaga penegakan hukum.

Jika sampai matinya Jokowi tetap dalam keadaan demikian, maka Jokowi akan dikenang sebagai penjahat negara, bukan sebagai mantan Presiden. ***

Artikel terkait lainnya