Joko Widodo Ngaku Tak Mau Jabat Watimpres, Pilih Menjalani Hidup di Solo: Jadi Warga Biasa Saja!

DEMOCRAZY.ID – Mantan Presiden Joko Widodo mengaku tak mau menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres).

Dia mengatakan itu, saat ditemui wartawan di Solo.

Jokowi, menyebut dia ingin menghabiskan waktu di Kota Bengawan.

“Nggak lah, saya di Solo saja. Di Solo saja,” tegas Jokowi, Jumat (13/2/2026).

Ia juga menegaskan sudah bukan lagi berstatus sebagai pejabat pemerintahan.

Dia mengaku sudah menyampaikan keberatan ke Prabowo.

“Sudah saya sampaikan, saya di Solo saja hehehe,” kata dia.

Namun saat disinggung kapan dan di mana Prabowo membicarakan hal itu dengan dirinya, Jokowi memilih enggan berkomentar banyak.

“Saya di Solo saja hehehe,” pungkasnya.

Relawan Temui Jokowi

Ketua Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Willem Frans Ansanay menemui Jokowi di Solo pada Jumat (13/2/2026).

Dalam pertemuan itu, ada beberapa pembicaraan.

Salah satunya tentang wacana Prabowo-Zulhas pada 2029 mendatang.

Willem mengatakan, mereka menemui Jokowi untuk berdiskusi dan meminta arahan.

Pertemuan dilakukan di kediaman mantan Presiden Jokowi di Sumber, Banjarsari, Solo.

“Kebetulan kami ke sini karena kebiasaan kami dengan Bapak selalu berdiskusi bagaimana konsolidasi dengan Bara JP sesuai dengan beberapa tema waktu mengemukakan Bapak di sini berbicara tentang Prabowo-Gibran dua periode. Diskusi kami seputar itu,” ungkapnya.

Dia membocorkan pembicaraan dengan Jokowi terkait dengan Prabowo-Gibran dua periode.

Soal wacana yang dikemukakan PAN, menurut mereka hanya wacana partai.

“Itu kan wacana partai politik. Silakan saja, itu hak dan ini demokrasi. Tapi kami masih yakin Prabowo Mas Gibran,” tuturnya.

Jokowi Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode

Jokowi pernah mengemukakan soal Prabowo-Gibran 2 periode.

Ini dalam wawancaran Jumat, 30 Januari 2026.

Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun tetap ingin menjagokan Prabowo-Gibran dua periode.

“Kan sudah saya sampaikan, Prabowo-Gibran dua periode,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya, Jumat (30/1/2026).

Wacana ini mencuat setelah Ketua Harian PSI Ahmad Ali melontarkan pernyataan bahwa sulit menemukan calon presiden yang lebih baik daripada Gibran.

Hal itu disampaikannya dalam program Gaspol Kompas.com.

Menurut Ahmad Ali, putra sulung Jokowi tersebut berpotensi menjadi kandidat kuat dalam kontestasi Pilpres 2029.

Gibran dinilai memiliki modal politik besar yang jarang dimiliki tokoh seusianya, yakni pengalaman strategis sebagai Wakil Presiden RI selama satu periode, meski pada 2029 usianya baru 42 tahun.

Ia menegaskan, pengalaman eksekutif tersebut menjadi pembeda utama dibanding tokoh muda lain yang kerap disebut sebagai calon presiden, termasuk AHY dan Muhaimin Iskandar.

Selain rekam jejak, Ahmad Ali juga menilai posisi Gibran yang relatif independen dari struktur partai tertentu justru menjadi nilai tambah, terutama bagi pemilih muda yang menginginkan figur segar di panggung politik nasional.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya