DEMOCRAZY.ID – Seorang jenderal senior TNI Angkatan Laut Korps Marinir, Letnan Jenderal (Purn) Suharto, menyatakan sikap politiknya yang menolak mendukung Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Penolakan itu didasari oleh pandangannya terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai memiliki pengaruh besar terhadap arah politik nasional saat ini.
Pernyataan keras tersebut disampaikan Letjen (Purn) Suharto dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial dan platform YouTube.
Dalam video itu, ia melontarkan kritik tajam terhadap Jokowi sekaligus mengaitkannya dengan sikap politik Prabowo.
“Saya tentara, tapi kalau disuruh dukung Prabowo, saya tidak mau. Karena Prabowo selalu membela Jokowi,” ujar Suharto dalam pernyataannya yang dikutip dari tayangan video tersebut, Jumat (2/1/2025).
Ia bahkan menggunakan diksi yang sangat keras dalam menggambarkan Jokowi.
Menurutnya, Jokowi adalah figur yang “di-setting” menjadi presiden dan telah merusak tatanan bangsa.
“Jokowi itu walau cuma tukang pelitur, tapi sudah di-setting jadi presiden. Dia merusak Indonesia,” ucapnya.
Lebih jauh, Suharto menyebut Jokowi sebagai “benalu” dan menyerukan perlawanan terhadap kondisi yang ia anggap merusak negara.
“Cuma satu kata, bangkit melawan atau punah!” tegasnya.
Pernyataan tersebut menuai beragam reaksi publik. Sebagian warganet menilai pernyataan itu sebagai bentuk kekecewaan elite militer purnawirawan terhadap arah politik nasional pasca pemerintahan Jokowi.
Namun tak sedikit pula yang mengkritik gaya penyampaian Suharto yang dinilai provokatif dan berpotensi memecah belah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Prabowo Subianto maupun Joko Widodo terkait pernyataan Letjen (Purn) Suharto tersebut.
Pihak Istana juga belum memberikan klarifikasi atas tudingan yang disampaikan dalam video itu.
Sebagai informasi, dinamika sikap politik para purnawirawan TNI kembali mengemuka pasca Pemilu 2024.
Sejumlah tokoh militer senior secara terbuka menyampaikan kritik maupun dukungan terhadap pemerintahan dan kekuatan politik tertentu, yang kerap memantik perdebatan di ruang publik.
Sumber: MoneyTalk