Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional

DEMOCRAZY.ID – Vokalis band Letto, Sabrang Mowo Damar Panuluh atau populer dengan nama Noe Letto, baru saja dilantik sebagai Tenaga Ahli di lingkungan Dewan Pertahanan Nasional (DPN).

Noe dilantik oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, yang juga menjabat Ketua Harian DPN.

Sebagai Tenaga Ahli, Sabrang akan mengisi kedeputian bidang Geoekonomi, Geopolitik, serta Geostrategi.

Prosesi pengambilan sumpah jabatan berlangsung di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat. Upacara pelantikan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 15 Januari 2026.

Latar belakang pendidikan Noe

Musisi yang kini berusia 46 tahun tersebut dikenal memiliki latar belakang pendidikan yang mumpuni.

Noe Letto menghabiskan masa sekolah dasarnya di SD 1 Yosomulyo dan SMP Xaverius Metro di Lampung.

Setelah lulus dari sekolah menengah pertama, putra budayawan Cak Nun ini memilih kembali ke Yogyakarta. Ia kemudian meneruskan jenjang sekolah menengah atas di SMU 7 Yogyakarta.

Jejak akademis Noe berlanjut pada 1997 di perguruan tinggi prestisius Universitas Alberta, Kanada.

Di sana, ia menempuh dua jurusan yang tergolong sulit sekaligus, yakni matematika dan fisika.

Perjalanan menuntut ilmu di negeri orang tidaklah mudah bagi Noe.

Ia sempat mengalami masa sulit akibat hantaman krisis moneter yang memaksa dirinya untuk berjuang hidup mandiri.

Kondisi ekonomi tersebut membuat Noe harus melakoni pekerjaan paruh waktu di Kanada.

Hal itu dilakukan demi memiliki uang yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari hingga pendidikannya tuntas.

Perjuangan kerasnya membuahkan hasil di tahun 2003.

Pelantun Sebelum Cahaya ini resmi menyandang gelar Bachelor of Science dari Universitas Alberta dalam dua bidang keilmuan, yaitu fisika dan matematika.

Sebelum masuk ke lingkaran DPN, Noe Letto sempat menjadi sorotan publik.

Ia melontarkan kritik tajam menanggapi pernyataan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengenai persoalan lapangan pekerjaan.

Saat itu, Bahlil menyinggung persoalan lapangan pekerjaan yang sering dikeluhkan masyarakat.

Ia meminta publik agar melakukan introspeksi dan tidak bersikap kurang bersyukur atas nikmat yang ada.

“Jadi kalau ada yang mengatakan bahwa lapangan pekerjaan tidak ada, saya pikir harus kita menjadi introspeksi kolektif gitu ya dan jangan kufur nikmat,” kata Bahlil.

Noe Letto lantas memberikan respons menyentil melalui kanal YouTube pribadinya.

Ia menekankan bahwa kejujuran dan harga diri tetap menjadi hal utama yang tidak boleh dikorbankan demi uang.

“Kalau yang penting cari duit, berarti ya boleh aja toh nyopet, korupsi, muka mah taruh mana aja, enggak masalah, harga diri enggak penting, kejujuran enggak penting. Yang penting kan makan. Merugikan orang lain enggak penting. Itu harus-harus benar itu introspeksi dirinya. Yang penting kan dapat duit itu tadi,” sindirnya.

Sumber: Suara

Artikel terkait lainnya