Israel Klaim Ada Kompleks Bunker Bawah Tanah Khamenei: Membentang 5 Km di Iran, Nilai Rp3 Triliun!

DEMOCRAZY.ID – Militer Israel merilis rekaman video yang diklaim memperlihatkan kompleks bunker bawah tanah yang terkait dengan pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, mendiang Ayatollah Ali Khamenei.

Rekaman tersebut memperkuat rumor lama tentang keberadaan jaringan terowongan luas yang membentang di bawah pusat kota Teheran.

Video itu dipublikasikan pada 5 Maret 2026, tidak lama setelah serangan besar menargetkan sejumlah area di sekitar kompleks pemerintah Pasteur di pusat Teheran.

Distrik ini diketahui menampung kantor kepresidenan Iran serta sejumlah lembaga pemerintahan penting.

Dalam rekaman tersebut, militer Israel menggambarkan fasilitas itu sebagai sistem bunker bawah tanah yang menyerupai “kota tersembunyi”.

Kompleks tersebut diduga digunakan sebagai tempat perlindungan aman bagi pimpinan Iran dan kemungkinan masih dipakai oleh pejabat yang tersisa setelah kematian Khamenei.

Video di Akhir Artikel

Jaringan terowongan hampir 5 Km

Analisis terhadap citra yang dirilis militer Israel, menggunakan alat pemetaan daring yang tersedia secara publik, menunjukkan jaringan terowongan tersebut memiliki panjang hampir lima kilometer (Km), mengutip Iran International.

Sebagai perbandingan, pembangunan satu Km terowongan metro di Teheran diperkirakan menelan biaya antara 5.000 hingga 6.000 miliar toman, menurut pernyataan Wali Kota Teheran Alireza Zakani dan sejumlah anggota Dewan Kota Teheran.

Dengan kurs sekitar 166.000 toman per dolar AS, biaya tersebut setara dengan sekitar 30–36 juta dolar per Km.

Atau dalam rupiah bisa mencapai hingga Rp 600 Miliar.

Artinya, pembangunan terowongan sepanjang lima kilometer dapat menelan biaya sekitar 25.000–30.000 miliar toman atau sekitar 150–190 juta dolar AS, atau sekitar Rp3 triliun.

Perkiraan ini hanya mencakup pekerjaan penggalian dan struktur dasar. Biaya tersebut belum termasuk fasilitas internal seperti ventilasi, peralatan keamanan, serta infrastruktur penunjang lainnya.

Dugaan Pintu Masuk

Sejumlah titik akses lain diduga tersebar di berbagai lokasi strategis di pusat Teheran.

Pintu masuk paling timur diyakini berada di lingkungan Sheikh Hadi, tepatnya di bawah garasi parkir bertingkat Jami di sepanjang Jalan Valiasr.

Lokasi ini berdampingan dengan Sekolah Dasar Hejrat Girls dan sekitar 100 meter dari Sekolah Dasar Saheb a-Zaman untuk anak laki-laki.

Di sisi utara jaringan, terdapat kemungkinan akses lain di kompleks parkir 12 Farvardin yang terletak dekat persimpangan Jalan Jomhouri Eslami dan Danesh.

Kedua fasilitas parkir tersebut diresmikan pada 4 Desember 2017 dalam proyek pembangunan kota yang dihadiri wali kota Teheran saat itu, Mohammad Najafi.

Akses lainnya disebut berada di bawah Masjid Tohid di dekat Pasteur Square, tidak jauh dari Stasiun Metro Hor.

Di area yang sama juga terdapat Sekolah Dasar Shahid Kadkhodaei serta sejumlah fasilitas kesehatan.

Sementara itu, pintu masuk paling barat diduga berada di dekat persimpangan Jalan Sepah dan Kamali di sepanjang Jalan Kashan.

Lokasi ini berada di bawah sebuah bangunan kecil yang berdampingan dengan sekolah pelatihan sepak bola dan dikelilingi kompleks permukiman padat.

Area tersebut juga berada dekat dengan kompleks perumahan Yas dan Namjou yang diketahui memiliki keterkaitan dengan militer Iran.

Hingga kini, otoritas Iran belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim militer Israel mengenai keberadaan jaringan bunker bawah tanah tersebut.

[VIDEO]

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya