DEMOCRAZY.ID – Serangan agresi terbaru dari Israel dan Amerika Serikat telah menghancurkan satu sinagoge atau tempat ibadah umat Yahudi di jantung kota Teheran, Iran.
Insiden ini terjadi di tengah gelombang serangan sejak Senin (6/4) malam, yang menghantam berbagai wilayah di Iran dan menewaskan lebih dari 15 orang.
Media lokal Iran melaporkan, kehancuran tempat ibadah tersebut menjadi pukulan telak bagi keragaman budaya dan agama di Teheran.
“Menurut informasi awal, Sinagoge Rafi-Nia … hancur total dalam serangan pagi ini,” lapor surat kabar Shargh.
Berdasarkan laporan dari kantor berita semi-pemerintah Mehr, Sinagoge Rafi-Nia hancur ketika sebuah bangunan tempat tinggal yang berada tepat di sebelahnya menjadi sasaran serangan udara.
Lokasi gedung yang berada di pusat kota Teheran dengan struktur jalan yang sempit, memperparah dampak ledakan.
Getaran dan runtuhan bangunan menyebabkan kerusakan parah tidak hanya pada target utama, tetapi juga pada bangunan-bangunan di sekitarnya.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan petugas pertahanan sipil sedang bekerja keras di tengah reruntuhan bangunan.
Pemandangan memilukan terlihat ketika buku-buku berbahasa Ibrani ditemukan berserakan di tanah, tertimbun debu dan puing-puing beton.
Para petugas berusaha mengevakuasi sisa-sisa artefak keagamaan yang masih bisa diselamatkan dari lokasi kejadian.
Laporan tersebut juga mencatat bahwa karena sempitnya jalan-jalan yang mengelilingi bangunan yang diserang, bagian luar dan dalam bangunan di dekatnya juga mengalami “kerusakan parah”.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa spesifik dari dalam area sinagoge tersebut, namun kerusakan fisik bangunan dinyatakan mencapai seratus persen.
Homayoun Sameh, seorang perwakilan Yahudi di Majelis Permusyawaratan Islam (Parlemen Iran), menyampaikan pesan duka sekaligus kecaman keras melalui sebuah video yang dipublikasikan di Telegram oleh outlet berita resmi IRIB News.
“Rezim Zionis tidak menunjukkan belas kasihan kepada komunitas ini selama hari raya Yahudi dan menargetkan salah satu sinagoge kuno dan suci kami. Sayangnya, selama serangan ini, bangunan sinagoge hancur total dan gulungan Taurat kami tertinggal di bawah reruntuhan,” ujar Sameh dalam pernyataan resminya.
Israel has bombed a Jewish Synagogue in Tehran
The Rafie Nia Synagogue on Fariman Street in Tehran, was completely destroyed in the early morning attacks by ‘Israel’. pic.twitter.com/3wvdoiVGc5
— Arya Yadeghaar (@AryJeay) April 7, 2026
Kehancuran Sinagoge Rafi-Nia menjadi sorotan internasional karena posisi unik komunitas Yahudi di Iran.
Yudaisme adalah salah satu agama minoritas yang diakui secara hukum oleh konstitusi Iran.
Meskipun banyak anggota komunitas Yahudi melarikan diri setelah Revolusi Islam 1979, Iran masih menjadi rumah bagi komunitas Yahudi terbesar di Timur Tengah di luar Israel.
Walaupun tidak ada angka resmi yang tersedia secara publik, diperkirakan masih ada beberapa ribu orang Yahudi yang menetap di Iran.
Mereka memiliki perwakilan di parlemen dan menjalankan kehidupan beragama secara aktif.
Surat kabar Shargh menyebut Sinagoge Rafi-Nia sebagai “salah satu tempat paling penting bagi orang Yahudi Khorasan untuk berkumpul dan merayakan hari besar,” merujuk pada komunitas Yahudi yang berasal dari provinsi timur laut Iran.
Serangan semalam tidak hanya menyasar pusat kota Teheran. Media lokal melaporkan bahwa setidaknya 15 orang tewas di berbagai titik akibat gempuran udara tersebut.
Sementara di kota Pardis, yang terletak di sebelah timur Teheran, enam jenazah telah ditemukan dari bawah reruntuhan bangunan yang terkena hantaman rudal.
Sementara itu, di kota Shahriar yang berada di bagian barat provinsi Teheran, otoritas setempat melaporkan sembilan orang tewas akibat serangan udara Israel yang menghantam kawasan pemukiman warga.
Ketegangan yang terus meningkat ini membuat warga di kota-kota besar Iran berada dalam kondisi siaga tinggi, sementara dunia internasional memperhatikan dengan cemas bagaimana eskalasi ini akan berdampak pada stabilitas global.
Serangan yang menghancurkan tempat ibadah ini menambah dimensi baru dalam narasi konflik Iran-Israel.
Bagi banyak pihak, hancurnya sinagoge oleh serangan yang juga melibatkan Israel dianggap sebagai paradoks yang menyakitkan, di mana simbol-simbol keagamaan justru menjadi korban dalam perebutan kekuasaan geopolitik yang kian memanas.
Sumber: Suara