DEMOCRAZY.ID – Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki babak baru yang sangat menegangkan setelah Serangan Rudal Iran diklaim berhasil melumpuhkan Sistem Radar Israel secara fatal.
Situasi yang semakin mencekam ini memicu spekulasi luas di kalangan pengamat internasional mengenai apakah kekuatan pertahanan Rezim Zionis kini sedang berada di ambang kehancuran.
Laporan mengejutkan yang dirilis oleh Kantor Berita Tasnim menyebutkan bahwa Pasukan Militer Israel kini mengalami kebingungan luar biasa dalam mendeteksi ancaman udara yang datang silih berganti.
Simultaneous attack by Iran and Hezbollah on Israel strongholds one hour ago. pic.twitter.com/02zJ3Ycokg
Baca Juga— Sprinter Press (@SprinterPress) March 9, 2026
Gempuran hebat yang menargetkan infrastruktur deteksi musuh tersebut telah menyebabkan gangguan parah dalam membaca waktu peluncuran proyektil dari arah Teheran.
Menyitat Tasnim News, Kamis (12/3/2026), seorang sumber tepercaya mengungkapkan bahwa kemampuan pihak lawan untuk mengidentifikasi kedatangan pesawat tak berawak maupun rudal kini telah lumpuh secara drastis akibat rentetan serangan terbaru.
Akibat kerusakan fatal pada sistem peringatan dini tersebut, sirene tanda bahaya kini sering kali berbunyi secara tidak beraturan di seluruh wilayah pendudukan.
Mulai hari ini, beberapa proyektil mematikan yang diarahkan ke wilayah tersebut dilaporkan sukses menghantam target tanpa ada peringatan sama sekali bagi pihak pertahanan.
Serangan mendadak ini bahkan terbukti sangat mematikan karena proyektil yang jatuh sama sekali tidak menghadapi perlawanan serius dari sistem pertahanan udara musuh.
Massive attack on Tel Aviv by Iran. Multiple Hits inside of Israel. pic.twitter.com/7M0QWfXS75
Baca Juga— Ali (@MerruX) March 11, 2026
Menariknya lagi, sumber yang sama menyebutkan bahwa terkadang sirene peringatan justru berbunyi nyaring padahal sama sekali tidak ada peluncuran rudal yang dilakukan dari wilayah Iran.
Kondisi kacau balau ini membuat aparat keamanan setempat tidak bisa lagi memastikan apakah ketiadaan peringatan peluncuran benar-benar berarti wilayah mereka aman dari gempuran.
Sebaliknya, ketika sistem mereka mendeteksi adanya peringatan serangan, mereka juga tidak bisa lagi meyakini apakah benar-benar ada proyektil sungguhan yang sedang mengarah ke pemukiman.
“Ini merupakan perkembangan yang signifikan dan dapat menyebabkan kebingungan serius dalam sistem pertahanan mereka.”
Menurut klaim sumber intelijen tersebut, satu-satunya kemajuan nyata yang dicapai oleh kubu lawan sejak perang 12 hari hanyalah kehebatan kemampuan sensor media mereka.
Jika mengesampingkan kendali atas narasi media tersebut, kondisi nyata di lapangan bagi para penduduk di sana justru digambarkan sudah menjadi jauh lebih mengerikan bak di neraka.
Sumber: Suara