Iran Incar 17 Raksasa Teknologi AS: Google hingga Tesla, 200 Pilot AS di Arab Saudi Dihujani Drone!

DEMOCRAZY.ID – Genderang perang antara Teheran dan Washington masih terus berlanjut dan keduanya memastikan masih akan berlangsung hingga beberapa pekan ke depan.

Kini perang tak lagi hanya akan menyasar pangkalan militer.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) secara resmi menetapkan 17 Perusahaan raksasa teknologi Amerika Serikat, diantaranya mulai dari Apple, Google, JP Morgan hingga Tesla, yang membuka kantor di daerah kawasan sebagai target sah untuk dirudal dan dihancurkan, mulai Rabu (1/4/2026) ini.

Pengumuman ini muncul bersamaan dengan klaim serangan mematikan yang menghantam asrama 200 pilot AS di jantung Arab Saudi.

Irwn menuding perusahaan teknologi Informasi (TIK) dan kecerdasan buatan (AI) milik Amerika sebagai otak di balik pelacakan target pembunuhan para pemimpin mereka.

Dalam pernyataan yang dirilis kantor berita Fars News Agency, IRGC menegaskan bahwa mulai Rabu, 1 April 2026 pukul 20:00 waktu Teheran, unit-unit terkait dari perusahaan seperti Microsoft, Meta, Boeing, hingga JP Morgan akan menjadi sasaran penghancuran rudal dan drone Iran.

Pesan kemanusiaan yang mencekam pun dikeluarkan.

IRGC menyerukan kepada seluruh karyawan perusahaan tersebut di wilayah Timur Tengah untuk segera menjauh dari tempat kerja.

IRGC juga meminta warga sipil yang tinggal di dekat kantor-kantor raksasa AS itu untuk mengungsi ke tempat aman.

“Perusahaan-perusahaan ini adalah elemen utama terorisme Amerika,” tegas pernyataan tersebut.

Malam Kelam Pilot Amerika

Di saat ancaman terhadap sektor teknologi baru saja dimulai, Brigadir Jenderal Seyed Majid Mousavi mengumumkan keberhasilan operasi drone dan rudal yang menyasar kediaman pilot serta awak pesawat Amerika di Al-Kharj, Arab Saudi.

Serangan ini terjadi pada hari Selasa (31/3/2026) menghantam pertemuan yang dihadiri sekitar 200 personel militer AS.

“Daftar korban jiwa dan luka di antara awak pesawat kini telah ditambahkan ke daftar kerugian Trump dan Menteri Pertahanan Hegseth,” tulis Mousavi melalui platform X.

Serangan ini menyusul kehancuran pesawat AWACS dan pesawat tanker pengisi bahan bakar milik AS dalam serangan sebelumnya.

Karenanya Iran memastikan serangan rudalnya kian melumpuhkan kekuatan udara Washington di kawasan tersebut.

Kini, teknologi yang biasanya digunakan untuk memudahkan hidup manusia justru bertransformasi menjadi target rudal perang.

Ribuan nyawa warga sipil dan pekerja profesional kini berada di garis api yang tak kasatmata.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya