DEMOCRAZY.ID – Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke, mengatakan bahwa kapal-kapal tanker Malaysia yang diizinkan melintasi Selat Hormuz, akan dibebaskan dari pungutan tarif tol yang kemungkinan akan segera dikenakan Iran.
Kuala Lumpur sebelumnya mengumumkan kapal-kapal mereka telah mendapatkan izin Teheran untuk melintas dengan aman.
“Tidak, ini sama sekali tidak… Duta Besar Iran (untuk Malaysia) telah menyebutkan hal ini, tidak ada tol yang dikenakan pada kapal-kapal Malaysia,” kata Loke kepada wartawan, seperti dilansir AFP, Selasa (31/3/2026).
“Kita adalah pihak yang bersahabat. Kita memiliki hubungan diplomatik yang baik dengan pemerintah Iran,” tegasnya.
Media pemerintah Iran melaporkan pada Senin (30/3) bahwa komisi penting parlemen, Komisi Keamanan Nasional, telah menyetujui rencana untuk memberlakukan bea masuk, atau tarif tol, terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Jalur perairan vital untuk pengiriman minyak dan gas global itu secara efektif ditutup sejak awal Maret karena perang yang berkecamuk di Timur Tengah.
Masih dibutuhkan persetujuan sepenuhnya dari parlemen Iran melalui voting, atau pemungutan suara, untuk benar-benar memberlakukan tarif tol tersebut.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Malaysia, Mohamad Hasan, mengatakan pada Sabtu (28/3) bahwa kapal-kapal tanker Malaysia — yang dimiliki oleh raksasa minyak Petronas, Sapura Energy, dan perusahaan maritim MISC — sedang menunggu izin untuk berlayar dengan aman melalui Selat Hormuz.
Iran telah mengindikasikan bahwa pihaknya akan mengizinkan kapal-kapal dari negara-negara yang dianggap bersahabat untuk melintasi Selat Hormuz.
Loke mengatakan bahwa akan dibutuhkan waktu bagi kapal-kapal tanker Malaysia untuk melintasi Selat Hormuz karena “ada banyak kapal yang terdampar dan berlabuh di sana”.
“Tetapi saya pikir pemerintah Iran telah memberikan komitmen mereka, dan kami pikir kapal-kapal kita akan dapat melewatinya,” ucapnya.
Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim, dalam pengumuman yang disiarkan televisi pekan lalu, berterima kasih kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian karena telah memberikan jalan kepada Malaysia dan “melepaskan kapal-kapal tanker minyak dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang”.
Sumber: Detik