Ini 4 Bisnis Bobby Nasution yang Membuat Kekayaannya Tembus 50 Miliar Lebih!

DEMOCRAZY.ID – Bobby Nasution mulai dikenal banyak orang sejak menikah anak Presiden Indonesia ke-7 Joko Widodo, Kahiyang Ayu, pada 8 November 2017.

Meski begitu, Bobby bukan dari kalangan biasa-biasa saja. Ayahnya, Erwin Nasution pernah menjadi Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I dan IV.

Setelah menjadi menantu Jokowi, Bobby yang merupakan alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) itu mulai terjun ke dunia politik.

Bobby awalnya menjadi kader PDIP pada Maret 2020, sebelum terpilih sebagai Wali Kota Medan pada bulan Desember.

Pada Mei 2024, Bobby bergabung dengan Partai Gerindra yang menjadi kendaraan politiknya menuju kursi Gubernur Sumatera Utara.

Sebagai pejabat publik, Bobby pun kerap menjadi sorotan termasuk soal kekayaannya yang mencapai Rp 57,8 miliar pada periodik 2024.

Hartanya tentu berasal dari gajinya sebagai pejabat. Namun, sejumlah bisnis Bobby Nasution juga menambah pundi-pundinya.

Apa Saja Bisnis Bobby Nasution?

Bobby Nasution memiliki 4 lini bisnis yang jadi sumber penghasilannya, yaitu kuliner dengan mendirikan Veteran Cafe, properti melalui Takke Group, developer perumahan dengan mendirikan PT Wirasena Cipta Reswara (WCR), dan pertambangan dengan memiliki saham di PT Sambas Minerals Mining.

Untuk lebih lengkapnya, simak penjelasan berikut:

1. Kuliner

Jauh sebelum terjun ke belantika politik, Bobby memiliki bisnis kuliner. Ia mendirikan Veteran Cafe pada 2013.

Usahanya itu berlokasi di Jalan Veteran A1-A2 Komplek Ruko Binjai Mas, Binjai, Sumatera Utara.

Bobby juga punya kedai kopi bernama Kopi Jolo yang artinya “ngopi dulu”.

Setelah menikah dengan Kahiyang Ayu, Bobby berkolaborasi dengan dua adik iparnya yaitu Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep untuk mendirikan Kedai Rakyat di Medan.

2. Bisnis Properti

Bobby sudah terjun ke industri properti sejak 2011. Awalnya ia cuma merenovasi rumah untuk dijual kembali.

Kariernya berkembang hingga terlibat dalam berbagai proyek. Salah satunya apartemen Malioboro City di Yogyakarta.

Bobby lalu bergabung dengan perusahaan properti Takke Group pada 2016 dan sempat menjadi direktur pemasaran.

Selain menjadi direktur pemasaran, Bobby juga disebut-sebut memiliki saham Takke Group sekitar 10-20 persen.

3. Bisnis Pengembang Perumahan

Bobby juga punya perusahaan real estate sendiri bernama PT Wirasena Cipta Reswara (WCR).

Dalam struktur organisasi perusahaan, Bobby Nasution menjabat Presiden Komisaris.

PT WCR menggarap proyek rumah subsidi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ketika mertuanya masih menjadi presiden.

4. Bisnis Pertambangan

Melalui PT Wirasena Cipta Reswara, Bobby mengembangkan bisnisnya ke pertambangan. Ia memiliki saham di PT Sambas Minerals Mining.

Ini Rincian Kekayaan Bobby Nasution

Berdasarkan laporannya ke LHKPN pada Desember 2024, Bobby punya kekayaan sebanyak Rp 57,8 miliar. Berikut adalah rinciannya:

1. Tanah dan bangunan: Rp 40.375.000.000

  • Tanah dan bangunan di Jakarta Selatan seluas 726 m²/400 m² (hasil sendiri): Rp 14.000.000.000
  • Tanah dan bangunan di Jakarta Selatan seluas 600 m²/400 m² (hasil sendiri): Rp 12.000.000.000
  • Tanah dan bangunan di Jakarta Selatan seluas 400 m²/120 m² (hasil sendiri): Rp 2.500.000.000
  • Tanah dan bangunan di Deli Serdang seluas 352 m²/96 m² (hasil sendiri): Rp 650.000.000
  • Tanah di Medan seluas 145 m² (hasil sendiri): Rp 1.110.000.000
  • Tanah di Medan seluas 600 m² (hasil sendiri): Rp 2.160.000.000
  • Tanah di Medan seluas 150 m² (hasil sendiri): Rp 755.000.000
  • Tanah di Surakarta seluas 1.430 m² (hasil sendiri): Rp 1.000.000.000
  • Tanah dan bangunan di Surakarta seluas 730 m²/350 m² (hasil sendiri): Rp 6.200.000.00

2. Alat transportasi dan mesin: Rp 1.170.000.000

  • Mobil Toyota Kijang Innova 2.4 A/T (2018) (hasil sendiri): Rp 280.000.000
  • Mobil Mitsubishi Lancer (2008) (hasil sendiri): Rp 160.000.000
  • Mobil Honda Accord 1.5TC E CVT (2020) (hasil sendiri): Rp 580.000.000
  • Mobil Suzuki ST100 (1996) (hasil sendiri): Rp 15.000.000
  • Motor Yamaha Z8D Mio A1115S (2008) (hasil sendiri): Rp 15.000.000
  • Mobil Nissan Juke 1.5 4X2 A/T (2012) (hasil sendiri): Rp 120.000.000

3. Harta bergerak lainnya: Rp 0

4. Surat berharga: Rp 10.500.000.000

5. Kas dan setara kas: Rp 6.767.306.462

6. Harta lainnya: Rp 0

7. Utang: Rp 950.000.000

8. Total kekayaan (dikurangi utang): Rp 57.842.306.462

Sumber: Inilah

Artikel terkait lainnya