DEMOCRAZY.ID – Mengetahui hewan apa saja yang masuk surga menjadi pembelajaran penting tentang kasih sayang Allah SWT kepada seluruh makhluk-Nya.
Ternyata, ada beberapa hewan yang telah ditetapkan Allah untuk masuk surga karena peran mereka dalam kisah para nabi.
Surga sering dipahami sebagai tempat pembalasan bagi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah. Namun, tidak hanya manusia saja yang mendapat jaminan masuk surga dari Allah SWT.
Melansir dari berbagai sumber kitab tafsir dan literatur Islam, hewan-hewan ini memiliki keistimewaan khusus dalam sejarah keislaman.
Kisah mereka tercantum dalam Al-Quran dan hadis sebagai bukti kekuasaan Allah terhadap semua makhluk.
Berikut ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Rabu (5/11/2025).
Anjing ini menemani tujuh pemuda Ashabul Kahfi yang bersembunyi di dalam gua untuk menghindari kezaliman Raja Decyanus.
Mereka tertidur selama 309 tahun atas kuasa Allah SWT dan anjing setia ini menjaga mereka di pintu gua.
Kisah ini tercantum dalam QS. Al-Kahfi ayat 9-22 sebagai bukti perlindungan Allah kepada hamba-Nya yang beriman.
Semut-semut ini diselamatkan oleh Nabi Sulaiman AS ketika pasukannya hendak melewati lembah semut.
Raja semut memerintahkan kawanannya masuk ke sarang bukan karena takut terinjak, melainkan khawatir semut-semut terpesona kemegahan pasukan Nabi Sulaiman dan melupakan kebesaran Allah SWT.
Ketakwaan semut-semut ini membuat mereka mendapat jaminan surga.
Ikan besar ini menelan Nabi Yunus AS di tengah lautan dan menjadi tempat perlindungannya selama 40 hari. Ikan ini menyelamatkan Nabi Yunus AS dari badai atas perintah Allah SWT.
Setelah Nabi Yunus bertaubat dan berdoa di dalam perut ikan, Allah memerintahkan ikan untuk mengeluarkannya dengan selamat.
Kambing ini diturunkan Allah SWT untuk menggantikan Nabi Ismail AS saat hendak disembelih oleh ayahnya, Nabi Ibrahim AS.
Peristiwa ini menjadi ujian keimanan dan kepatuhan mereka kepada Allah. Kambing yang gemuk dan sehat ini kemudian disembelih sebagai kurban, dan peristiwa ini menjadi dasar disyariatkannya kurban pada Hari Raya Idul Adha. Kisah ini tercantum dalam QS. Ash-Shaaffaat ayat 102-107.
Keledai ini menemani Nabi Uzair AS dalam perjalanannya dan mati bersamanya selama 100 tahun.
Allah SWT kemudian menghidupkan kembali keledai ini di hadapan Nabi Uzair AS sebagai bukti kekuasaan-Nya dalam membangkitkan makhluk yang telah mati. Peristiwa ini menjadi pelajaran tentang hari kebangkitan dan pembalasan.
Burung Hud-Hud bertugas sebagai utusan Nabi Sulaiman AS untuk mengantarkan surat kepada Ratu Balqis. Burung ini membawa pesan dakwah agar Ratu Balqis dan kaumnya beriman kepada Allah SWT.
Kecerdasan dan kesetiaan burung Hud-Hud dalam menjalankan tugas ini tercantum dalam QS. An-Naml ayat 20-31.
Unta ini membawa Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa hijrah yang bersejarah dari Makkah ke Madinah bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Perjalanan hijrah ini menjadi titik balik penyebaran Islam dan pembentukan peradaban Islam pertama. Kesetiaan unta ini dalam perjalanan penting tersebut membuatnya layak mendapat jaminan surga.
Sapi kuning yang disembelih oleh Bani Israil atas perintah Allah SWT untuk mengungkap pembunuhan yang terjadi di kalangan mereka.
Ketika bagian dari sapi ini disentuhkan kepada mayat korban, mayat tersebut hidup dan memberitahu siapa pembunuhnya. Kisah ini menunjukkan mukjizat Allah dan pentingnya keadilan.
Unta betina ini menjadi mukjizat yang diberikan Allah SWT kepada kaum Tsamud melalui Nabi Saleh AS. Unta ini memiliki hak khusus untuk minum dari sumur secara bergantian dengan penduduk.
Namun, kaum Tsamud membunuh unta tersebut karena kesombongan mereka, yang kemudian mendatangkan azab Allah.
Empat ekor burung yang dipotong-potong oleh Nabi Ibrahim AS atas perintah Allah SWT, kemudian dihidupkan kembali sebagai bukti kekuasaan Allah dalam menghidupkan yang mati.
Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi Nabi Ibrahim AS tentang cara Allah membangkitkan orang-orang yang telah mati di hari kiamat.
Sumber: Liputan6