DEMOCRAZY.ID – Media sosial kembali dihebohkan oleh beredarnya sebuah klip animasi yang diklaim menyerupai gaya visual serial kartun legendaris The Simpsons.
Video tersebut memuat narasi kontroversial yang menyebutkan bahwa serial animasi asal Amerika Serikat itu telah meramalkan kematian mantan Presiden AS, Donald Trump, pada 10 Januari 2026.
Klaim tersebut dengan cepat menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memicu perdebatan publik.
Isu ini bermula dari unggahan akun Instagram @kathy_choe yang menyebut adanya tayangan animasi dengan penanggalan 10 Januari 2026.
Dalam unggahan tersebut, pemilik akun menjelaskan adanya adegan yang menampilkan sosok mirip Donald Trump yang dikabarkan meninggal dunia.
“Ada satu adegan di Simpson menunjukkan ada orang seperti Donald trump, dia meninggal di jam 7 pagi dan di media koran ada mengatakan bahwa orang penting sudah meninggal,” kata Kathy Choe, dikutip Rabu 7 Januari 2026.
Lebih lanjut, Kathy Choe juga mengaitkan kemunculan klip tersebut dengan berbagai teori konspirasi yang selama ini melekat pada serial The Simpsons.
“Banyak yang berteori juga bahwa Simpson adalah bagian dari elite global. dia yang mengatur dunia ini di belakang layar dan menyebarkan beberapa info dari film kartun mereka,” katanya.
Pernyataan ini turut memperkuat spekulasi warganet yang menilai serial tersebut kerap “meramal” peristiwa besar dunia.
Sebagaimana diketahui, ini bukan kali pertama nama Donald Trump dikaitkan dengan ramalan kematian dalam tayangan yang mengatasnamakan The Simpsons.
Sebelumnya, beredar pula klaim bahwa Trump diprediksi meninggal pada 12 April 2025.
Dalam cuplikan tersebut, terlihat karakter yang menyerupai Trump terbaring di dalam peti mati dan dikelilingi oleh para pelayat.
“Kita lihat di 10 Januari nanti, apakah Donald Trump akan meninggal atau tidak,” ujarnya.
Popularitas The Simpsons sebagai serial yang kerap disebut-sebut berhasil “memprediksi” berbagai kejadian, mulai dari kepresidenan Donald Trump hingga penemuan jam tangan pintar, membuat sebagian masyarakat mudah mempercayai klaim tersebut.
Meski demikian, kebenaran klip yang beredar justru diragukan.
Konten viral itu diduga kuat merupakan hasil rekayasa digital berbasis kecerdasan buatan atau AI-generated.
Produser Eksekutif The Simpsons, Matt Selman, menegaskan bahwa adegan dalam video tersebut tidak pernah muncul dalam episode resmi serial tersebut.
Ia menyatakan dengan tegas bahwa video itu merupakan hasil suntingan AI.
“Hanya rekayasa digital, sama sekali bukan episode asli,” jelas Matt Selman, melansir Times of India.
Fakta lain mengungkap bahwa gambar palsu serupa sempat viral setelah insiden upaya pembunuhan terhadap Donald Trump pada Juli 2024.
Saat itu, beredar klaim keliru yang menyebut The Simpsons telah menampilkan kematian Trump dalam musim sebelumnya.
Dengan klarifikasi resmi ini, publik diimbau untuk lebih kritis dan tidak mudah mempercayai konten viral tanpa verifikasi yang jelas.
Sumber: VIVA