Hashim Djojohadikusumo Masuk Proyek Tambang Emas Sangihe, Dampak Lingkungan Jadi Sorotan!

DEMOCRAZY.ID – Keterlibatan pengusaha nasional Hashim Djojohadikusumo dalam proyek tambang emas di Kabupaten Kepulauan Sangihe kembali memantik perhatian publik.

Berdasarkan laporan terbaru pada November 2024, perusahaan milik Hashim, PT Arsari Tambang, resmi bermitra dengan BARU Gold Corp dalam pengelolaan tambang emas Sangihe.

Dalam keterangan resmi BARU Gold, Hashim Djojohadikusumo ditunjuk sebagai Presiden Komisaris PT Tambang Mas Sangihe (TMS).

Melalui PT Arsari Tambang, Hashim mengakuisisi 10 persen saham di perusahaan tersebut, dengan opsi penambahan hingga 15 persen saham di tahap berikutnya.

Kemitraan ini diklaim sebagai langkah strategis untuk memperkuat struktur permodalan dan tata kelola perusahaan tambang emas tersebut.

Namun, di tengah masuknya investor baru, aktivitas pertambangan emas di Pulau Sangihe terus menuai kritik dari kelompok masyarakat sipil dan pemerhati lingkungan.

Laporan yang dihimpun EcoNusa dan Indonesia Business Post, merujuk pada riset universitas lokal tahun 2023 serta dokumen AMDAL, mencatat bahwa hingga 2024 aktivitas pertambangan emas di wilayah tersebut diduga telah menyebabkan deforestasi hampir 1.000 hektare.

Selain itu, ditemukan indikasi pencemaran air akibat logam berat seperti merkuri dan arsenik, yang berpotensi membahayakan kesehatan warga.

Dampak lingkungan lainnya mencakup kerusakan mangrove dan terumbu karang, yang selama ini menjadi penyangga ekosistem pesisir Sangihe.

Kerusakan ini dinilai mengganggu habitat ikan, jalur migrasi tuna, serta berdampak langsung pada mata pencaharian nelayan lokal yang menggantungkan hidup dari laut.

Menanggapi berbagai laporan tersebut, pihak BARU Gold Corp menyatakan telah melakukan pemantauan lingkungan secara berkala sesuai dengan dokumen AMDAL.

Perusahaan juga menyebut bahwa sebagian pencemaran yang terjadi tidak sepenuhnya berasal dari aktivitas tambang resmi, melainkan dipicu oleh penambangan ilegal yang masih marak di sekitar wilayah konsesi.

BARU Gold berkomitmen untuk menjalankan program rehabilitasi dan restorasi lingkungan, termasuk pemulihan lahan terdampak dan pengelolaan limbah tambang.

Meski demikian, organisasi lingkungan menilai komitmen tersebut perlu dibuktikan secara transparan dan melibatkan masyarakat setempat.

Masuknya Hashim Djojohadikusumo dalam jajaran pimpinan PT Tambang Mas Sangihe kini dinilai akan menjadi faktor penting, baik dalam menentukan arah bisnis perusahaan maupun dalam menjawab tuntutan publik terkait perlindungan lingkungan dan keberlanjutan hidup masyarakat Pulau Sangihe.

Sumber: RadarAktual

Artikel terkait lainnya