Hadits dan Ayat Al-Quran Tentang Palestina di Akhir Zaman, Benarkah Kiamat Jika Merdeka?

DEMOCRAZY.ID – Palestina diketahui memiliki banyak keistimewaan dalam Islam. Salah satunya keberkahan dari Allah SWT, sebagaimana termaktub dalam surah Al-Isra ayat pertama yaitu:

“Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Pendengar, Maha Melihat.”

Ayat itu menceritakan perjalanan Isra Mikraj Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis yang terletak di wilayah Palestina.

Selain dalam Al-Qur’an, Palestina juga dibahas dalam berbagai hadis, khususnya yang berkaitan dengan akhir zaman.

Ayat Alquran dan Hadis tentang Palestina di Akhir Zaman Lewat

1. Hadis Riwayat Ahmad: Tempat Umat Islam Melawan Kezaliman

Palestina disebut sebagai tempat berkumpulnya umat Islam untuk melawan kezaliman pada akhir zaman. Dalam hadis riwayat Ahmad, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang tampil membela kebenaran, mereka menang melawan musuh-musuh mereka hingga datang keputusan Allah. Mereka tetap seperti itu hingga akhir zaman.” Lalu, para sahabat bertanya, “Di mana mereka wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Di Baitul Maqdis dan sekitar Baitul Maqdis.”

Baitul Maqdis (sekarang Yerusalem) merupakan sebutan untuk wilayah Palestina, yang di dalamnya mencakup Masjidil Aqsa.

Kedua tempat itu memang sangat bersejarah bagi umat Islam. Dalam peristiwa Isra Mikraj, Nabi Muhammad menuju Masjidil Aqsa dan salat berjemaah dengan para nabi terdahulu.

Setelah itu, Rasulullah SAW naik ke langit dengan didampingi Malaikat Jibril untuk bertemu Allah SWT.

2. Surah Al-Anbiya ayat 71: Tempat Tegaknya Kekhilafahan

Hadis lainnya menjelaskan bahwa Palestina akan menjadi tempat tegaknya kekhilafahan (pemerintahan) pada akhir zaman.

“Nabi Muhammad SAW bersabda, ‘Wahai anak Hawalah, apabila engkau melihat kekhilafahan telah turun di bumi yang disucikan, maka sungguh telah dekat bencana gempa dan berbagai kesedihan serta perkara-perkara besar. Pada saat itu, hari kiamat lebih dekat kepada orang-orang daripada tanganku ini dari kepalaku.” (HR. Abu Dawud)

Kalimat “bumi yang disucikan” dalam hadis di atas merujuk pada Palestina atau Syam. Dalam surah Al-Anbiya ayat 71, Allah SWT berfirman:

وَنَجَّيْنَاهُ وَلُوطًا إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِينَ

Wa najjainaahu wa Lootan ilal ardil latee baaraknaa feehaa lil ‘aalameen

Artinya: Dan Kami selamatkan dia (Ibrahim) dan Lut ke sebuah negeri yang telah Kami berkahi untuk seluruh alam.

Tafsir ayat tersebut adalah Allah menyelamatkan Nabi Ibrahim dari negeri asalnya, lalu ia hijrah ke negeri Harran, kemudian ke Palestina di daerah Syam.

Negeri Syam diberi Allah keberkahan sehingga subur, banyak air, dan tumbuhannya yang memberikan manfaat bagi penduduknya.

Selain tu, Syam juga tempat lahir para nabi dan terdapat Baitul Maqdis yang menjadi kiblat pertama umat Islam.

Benarkah Kiamat Jika Palestina Merdeka?

Banyak yang menganggap hari kiamat akan datang saat Palestina merdeka dari penjajahan Israel. Namun, benarkah demikian?

Anggapan itu sebenarnya bukan tak berdasar sebab ada hadis-hadis yang kerap dijadikan rujukan. Salah satunya hadis riwayat Abu Dawud berikut ini:

“Nabi Muhammad SAW bersabda, ‘Wahai anak Hawalah, apabila engkau melihat kekhilafahan telah turun di bumi yang disucikan, maka sungguh telah dekat bencana gempa dan berbagai kesedihan serta perkara-perkara besar. Pada saat itu, hari kiamat lebih dekat kepada orang-orang daripada tanganku ini dari kepalaku.” (HR. Abu Dawud)

Namun, hadis itu dianggap lemah dan tidak bisa dijadikan hujjah sebab disinyalir dari perawi-perawi dalam rantai riwayatnya menimbulkan keraguan.

Salah satunya adalah Abdullah bin Zughb yang dianggap beberapa ulama hadis sebagai perawi yang kurang dikenal dan tidak dipercaya.

Selain itu, disebut-sebut ada variasi dalam penamaan dan atribusi perawai dalam riwayat hadis ini yang menciptakan keraguan tentang konsistensi dan keandalannya.

Hadis tersebut juga dianggap tidak sesuai sunah karena memuat ramalan kejadian masa depan. Terlepas dari itu, tidak ada yang mengetahui kapan hari kiamat selain Allah SWT.

Hal itu ditegaskan Allah SWT dalam surah Al-A’raf ayat 187 yang berbunyi:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ رَبِّي ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً ۗ يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ اللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Yas’aloonaka ‘anis Saa’ati aiyaana mursaahaa qul innamaa ‘ilmuhaa ‘inda Rabbee laa yujallaeehaa liwaqtihaaa illaa Hoo; saqulat fis samaawaati wal ard; laa taateekum illaa baghtah; yas’aloonaka ka annaka hafiyyun ‘anhaa qul innamaa ‘ilmuhaa ‘indal laahi wa laakinna aksaran naasi laa ya’lamoon

Artinya: Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang kiamat, “Kapan terjadi?” Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu ada pada Tuhanku, tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. Kiamat itu sangat berat huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba.” Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat ada pada ALlah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

Sumber: Inilah

Artikel terkait lainnya