DEMOCRAZY.ID – Dugaan kasus kekerasan seksual kembali mengguncang Malang Raya.
Seorang figur publik yang dikenal luas di media sosial dengan nama Gus Idris, pemilik kanal YouTube horor dengan jutaan pengikut, diduga melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah perempuan dengan modus perekrutan talent syuting konten horor.
Nama yang disebut dalam kasus ini adalah Muhammad Idrisul Marbawi, pengasuh Pondok Pesantren Gus Idris Thoriqul Jannah.
Akun YouTube miliknya diketahui memiliki lebih dari 2 juta subscriber, sementara akun TikTok-nya menembus 1 juta pengikut.
Sementara itu, akun Instagram yang bersangkutan dilaporkan telah dinonaktifkan.
Kasus ini mencuat setelah sejumlah korban, di antaranya Sovi, Nana, dan Siska, membeberkan pengalaman traumatis mereka melalui unggahan media sosial, termasuk Instagram @sovinovitav dan @nana.portofolio, yang kemudian menyebar luas di berbagai platform.
Berdasarkan penuturan korban, peristiwa bermula dari tawaran pekerjaan sebagai talent syuting konten horor bertema “Sumpah Pocong”.
Namun sejak awal, korban mengaku merasakan kejanggalan, mulai dari lokasi syuting yang berpindah-pindah, dominasi kru laki-laki, hingga sesi obrolan personal yang dianggap mengarah pada penggalian data pribadi secara intens.
Korban menyebut adanya proses doktrin psikologis dan sugesti, termasuk permintaan informasi sensitif seperti tanggal lahir, weton, hingga pembicaraan yang mengaitkan kondisi mental korban dengan ancaman non-logis.
Situasi ini membuat korban merasa tertekan, cemas, dan kehilangan kendali.
Dalam kondisi tersebut, pelaku disebut tampil sebagai sosok “penolong”, menawarkan solusi spiritual berupa dzikir, namun dengan syarat yang belakangan diduga bermuatan seksual.
Salah satu korban mengaku diarahkan untuk masuk ke kamar pelaku dengan dalih ritual dan bantuan spiritual.
Di ruang privat tersebut, korban berada dalam tekanan psikologis dan ketakutan, hingga akhirnya terjadi tindakan yang diduga sebagai pelecehan seksual, termasuk sentuhan tidak pantas.
Korban menyatakan tidak dalam posisi bebas untuk menolak, serta mengalami kondisi tertekan yang membuatnya bertindak demi keselamatan diri.
Lebih lanjut, pelaku juga diduga menjanjikan imbalan uang, yang oleh korban dinilai sebagai bentuk eksploitasi dan praktik yang menyerupai prostitusi terselubung.
Tak hanya korban utama, perempuan lain yang terlibat dalam tim produksi mengaku mengalami tekanan serupa.
Mereka disebut dipaksa mencari talent perempuan dengan kriteria tertentu dalam waktu singkat, disertai ancaman denda apabila gagal, dan iming-iming bayaran jika berhasil.
Situasi ini menimbulkan dugaan adanya pola sistematis yang memungkinkan praktik kekerasan seksual terjadi berulang kali dengan korban yang berbeda.
Para penyintas menegaskan bahwa mereka tidak bersalah dan meminta publik untuk tidak melakukan victim blaming.
Mereka juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan, mengingat terduga pelaku merupakan figur berpengaruh dengan basis massa besar di Malang Raya dan sekitarnya.
BANTU VIRALKAN, MALANG DARURAT KEKERASAN SEKSUAL
MODUS GUS IDRIS MENCARI TALENT SYUTING YOUTUBE HOROR BERUJUNG PELECEHAN SEKSUAL
SUBSCRIBER UDAH 2 JUTA DI YOUTUBE, FOLLOWERS TIKTOK SUDAH SEJUTA, AKUN IG DEACTPelaku : Muhammad Idrisul Marbawi, Ponpes Gus Idris Thoriqul Jannah
— Adiknya Fanny Soegi ⋆. 𐙚 ˚ (@istrinyadilan) February 3, 2026
INI ADALAH PELAKUNYA, MUHAMMAD IDRISUL MARBAWI YANG DIKENAL DENGAN GUS IDRIS! pic.twitter.com/baINfUDfrA
— Adiknya Fanny Soegi ⋆. 𐙚 ˚ (@istrinyadilan) February 3, 2026
Aktivis dan warganet kini menyerukan agar kasus ini terus diviralkan demi memastikan keamanan korban, pencegahan korban baru, dan proses hukum yang transparan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak terduga pelaku.
Namun tekanan publik terus menguat agar dugaan kekerasan seksual ini segera diusut tuntas sesuai hukum yang berlaku.
Sumber: MoneyTalk