DEMOCRAZY.ID – Gubernur California 🇺🇸 Gavin Newsom melontarkan kritik tajam terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam sebuah acara di Los Angeles untuk mempromosikan memoarnya, Young Man in a Hurry.
Newsom mempertanyakan ambisi Israel dan Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump untuk melakukan perubahan rezim di Iran.
Ia menyindir ketidakefektifan strategi militer Israel dengan menyatakan:
“Kita berbicara tentang perubahan rezim? Selama dua tahun, mereka bahkan belum mampu menyelesaikan persoalan Hamas di Israel.”
Newsom berargumen bahwa ketidakmampuan Israel untuk mengalahkan Hamas sepenuhnya selama dua tahun terakhir membuat gagasan untuk menggulingkan rezim di Iran menjadi tidak realistis.
Sebelumnya, Gubernur California Gavin Newsom juga mengecam keras serangan udara gabungan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang menghantam sebuah sekolah dasar khusus perempuan di kota Minab, Iran selatan, pada tanggal 28 Februari 2026, yang menewaskan 175 anak-anak sekolah.
Newsom menyebut serangan tersebut sebagai “perang yang ilegal dan berbahaya” serta menuduh pemerintahan saat ini (Trump) melakukan tindakan yang tidak dapat dibenarkan tanpa persetujuan Kongres (DPR).
Ia menyatakan bahwa rakyat Amerika tidak menginginkan kekerasan ini terjadi dan menyebut serangan itu sebagai bentuk “krisis yang dibuat-buat”.
Gubernur California tersebut setuju dengan pandangan beberapa kritikus, termasuk kolumnis Thomas Friedman, yang menyebut Israel sebagai “semacam negara apartheid” karena kebijakan terhadap warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza.
Ia mendesak agar Amerika Serikat mempertimbangkan kembali bantuan militer masa depan untuk Israel, dengan menyatakan bahwa kepemimpinan Netanyahu saat ini membawa hubungan kedua negara ke titik di mana pertimbangan ulang tersebut menjadi tidak terhindarkan.
Newsom menuduh Netanyahu menggunakan konflik regional untuk kepentingan domestik pribadinya, termasuk upaya untuk menghindari hukuman penjara dan memenangkan pemilu mendatang.
Pernyataan Newsom ini mencerminkan pergeseran besar di kalangan pemimpin Partai Demokrat menjelang siklus pemilu 2028, di mana dukungan terhadap Israel semakin menjadi isu yang memecah belah.
🚨 BREAKING
🇺🇸 The Governor of California mocked Benjamin Netanyahu, saying:
“They couldn’t even defeat Hamas, yet they want to change the regime in Iran.” pic.twitter.com/kyrQUkkRMd— SilencedSirs◼️ (@SilentlySirs) March 5, 2026