GMKR Siapkan Deklarasi Tuntut Penangkapan Jokowi dan Pemakzulan Gibran!

DEMOCRAZY.ID – Gerakan Masyarakat Kedaulatan Rakyat (GMKR) berencana menggelar deklarasi dalam 10 hari ke depan dengan dua tuntutan utama yang kontroversial: penangkapan dan pengadilan mantan Presiden Joko Widodo serta pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dalam pertemuan tertutup yang dihadiri para aktivis dan tokoh oposisi, Marwan Batubara—yang mengaku pernah menjadi tim sukses Prabowo pada 2019—menyampaikan peringatan keras kepada presiden incumbent.

“Kalau memang presidennya lebih memilih Jokowi, dinasti-dinasti Jokowi dan akan menjadikan Gibran menjadi presiden, maka kita akan berhadap-hadapan,” ujar Marwan, Sabtu (31/1/2026), disambut sorak peserta.

Kapolri Jadi Ujian Pertama

Marwan menilai Presiden Prabowo telah tiga kali “diinjak-injak harga dirinya” oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang dinilai membangkang.

Ia meminta pemecatan segera sebagai bukti keseriusan presiden, bukan sekadar “omong-omong.”

“Presiden omong-omong—itu sebutan yang muncul karena sejak dilantik berulang-ulang menyatakan tekad, tapi realisasinya sangat minim,” kritik Marwan tajam.

Gerakan ini juga mengacu pada rencana reshuffle kabinet 15 Februari mendatang sebagai batu ujian.

Jika menteri-menteri “titipan Jokowi” tetap dipertahankan, GMKR mengancam akan mengubah dukungan menjadi konfrontasi terbuka.

Basis Hukum yang Dipertanyakan

Marwan mengklaim penangkapan Jokowi memiliki “dasar sangat kuat” karena beberapa mantan menteri yang menjadi tersangka korupsi “selalu menyebut Jokowi.”

Namun, ia tidak merinci kasus spesifik atau bukti hukum yang valid untuk tuntutan penangkapan seorang mantan kepala negara.

Adapun tuntutan pemakzulan Gibran tidak disertai penjelasan mekanisme konstitusional yang jelas, mengingat pemakzulan wakil presiden memerlukan proses impeachment melalui DPR dan Mahkamah Konstitusi sesuai UUD 1945.

Dari Pendukung ke Oposisi

Marwan mengaku pernah menjadi bagian tim sukses Prabowo pada 2019 dan “hampir tiap malam berkantor di Kertanegara 6,” namun berpisah jalan pada 2024.

“Dengan sisa-sisa simpati, kita masih berharap Pak Prabowo bisa mewujudkan tekadnya,” ujarnya.

Namun, ia menegaskan kesediaan untuk “people power” jika harapan tersebut tak terwujud.

“Ini bukan ancaman, tapi bahasa terang—bukan bahasa basi apalagi omong-omong,” tegasnya.

GMKR berencana mengundang tokoh-tokoh seperti AM Hendropriyono, Gatot Nurmantyo, Sri Edi Swasono, dan Eros Djarot dalam deklarasi yang dijadwalkan 10-12 hari mendatang.

Hingga berita ini diturunkan, Istana Kepresidenan, Polri, dan pihak terkait belum memberikan tanggapan resmi atas rencana gerakan ini.

Sumber: JakartaSatu

Artikel terkait lainnya