DEMOCRAZY.ID – Perang antara Amerika Serikat – Israel melawan Iran masih memanas.
Muncul inisiatif dari Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi juru damai Iran dengan Amerika Serikat – Israel.
Presiden Prabowo bahkan siap untuk pergi ke Teheran, Iran untuk menjadi mediator dengan membuka ruang dialog untuk dua kubu tersebut.
Di saat Presiden Republik Indonesia menawarkan diri untuk menjadi mediator, muncul berita pernyataan Jenderal Israel.
Akun Instagram ceramahgusbaha mengunggah berita itu lengkap dengan pernyataan jenderal tersebut.
Jenderal itu adalah Mayor Jenderal Jacoob Ariel Ashaabi yang merupakan Komandan Batalyon Infiltrasi Israel.
Dia memperingatkan agar Indonesia tidak perlu ikut campur jika tak ingin diserang.
Mereka mengklaim tahu kelemahan Indonesia dan akan dengan mudah menyerang Tanah Air ini.
“Indonesia jangan ikut campir! Orang kami ada di sekitarmu! Kami tahu kelemahan kalian. Jangan sampai kami hentikan jantung ibu kota Anda!” ucap jenderal itu.
Terdengar seperti ancaman yang mengerikan, namun siapa sangka warga +62 justru menanggapinya dengan kocak.
Bukannya takut, mereka justru menjadikan itu lelucon dengan fakta-fakta yang ada di Indonesia.
Misalnya ada yang menanggapi dengan kekhasan Indonesia yang masih percaya mistis seperti santet.
“Banyuwangi udah update santetnya bisa roaming,” komentar netizen.
Ada yang menyinggung tentang bea cukai di Indonesia yang suka menahan barang hingga biayanya mahal.
“Tenang, rudal israel bakal ditahan bea cukai sebelum masuk ke Indonesia,” celetuk netizen.
Netizen lain bahkan membiarkan rudal menyerang asalkan di DPR karena sudah muak melihat kelakuan anggota dewan di Tanah Air.
“Langsung gedung DPR aja bisa kang,” komentar lainnya.
Ada juga netizen yang masih ragu dengan berita tentang pernyataan jenderal Israel itu. Meski begitu, dia mengaku terhibur karena komentar warga +62 kocak tanpa ada rasa takut.
“Entah berita hoax atau engga, tapi komentar netizen masih aja menghibur,” komentarnya.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Ceramah Gus Baha Terbaru (@ceramahgusbaha)
Ternyata, pernyataan mengenai jenderal Israel tersebut tidak benar.
Nama Jacoob Ariel Ashaabi tidak tercatat dalam struktur militer Israel Defense Forces (IDF).
Begitu pula dengan satuan yang disebut sebagai Batalyon Infiltrasi Serangan Senyap Global (Global Silent Assault Infiltration Battalion), tidak ditemukan dalam daftar resmi kesatuan IDF.
IDF juga tidak memiliki unit dengan nama tersebut dalam struktur organisasinya.
Sumber: Suara