GEGER! 9 Jam Sehari Konsumsi Konten Ekstremis, Bocah Singapura Jadi Pendukung Fanatik ISIS

DEMOCRAZY.ID – Seorang bocah laki-laki berusia 14 tahun di Singapura dikenai perintah pembatasan berdasarkan Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri (Internal Security Act/ISA) pada November lalu, setelah diketahui melakukan radikalisasi diri secara daring melalui ideologi ekstremis Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Anak tersebut menjadi remaja ketiga berusia 14 tahun yang ditangani otoritas Singapura terkait aktivitas terorisme dalam dua tahun terakhir.

Departemen Keamanan Dalam Negeri (Internal Security Department/ISD) pada Rabu, 28 Januari 2026, menyatakan bahwa siswa kelas 3 SMP itu memiliki keinginan untuk pergi ke luar negeri, bergabung dalam pertempuran bersama ISIS, dan mati sebagai martir.

Sebagai bagian dari proses radikalisasinya, ia secara aktif memposting konten pro-ISIS di dunia maya, termasuk video yang dibuat dari permainan daring Roblox dan Gorebox, yang menampilkan rekonstruksi serangan serta eksekusi ala ISIS.

Roblox merupakan platform permainan berbasis konten buatan pengguna dengan jutaan game yang dibuat sendiri oleh komunitasnya.

Sementara itu, Gorebox adalah game daring yang memungkinkan pemain bereksperimen dengan berbagai senjata dan dikenal karena menampilkan kekerasan secara grafis.

ISD mengungkapkan bahwa meskipun keluarga dan teman-teman bocah tersebut mengetahui pandangan ekstremis serta dukungannya terhadap ISIS, tidak seorang pun melaporkannya kepada pihak berwenang.

Terpapar Konten Ekstremis

Pemuda itu pertama kali terpapar konten ekstremis pada usia 12 tahun, ketika ia menonton video daring yang menampilkan pejuang ISIS bertempur melawan tentara Amerika Serikat di Al-Fallujah, Irak.

“Setelah menonton video tersebut, ia mulai memandang ISIS sebagai pembela penduduk sipil melawan penindas Amerika dan Irak. Saat ia mencari informasi lebih lanjut tentang ISIS, algoritma online mendorong lebih banyak video terkait ISIS ke feed media sosialnya,” kata ISD.

Setelah menemukan situs web pro-ISIS melalui media sosial, bocah tersebut disebut menghabiskan sekitar sembilan jam setiap hari untuk mengonsumsi konten ekstremis.

Menurut ISD, pada akhir 2023 hingga awal 2024, ia telah berkembang menjadi pendukung fanatik ISIS dan mengadopsi tujuan kelompok tersebut untuk mendirikan kekhalifahan Islam global melalui kekerasan.

Ia mengucapkan sumpah setia atau bai’ah kepada ISIS pada Juni 2024 dan mulai menganggap dirinya sebagai bagian dari organisasi tersebut. Hal itu ditunjukkan dengan unggahan konten pro-ISIS di akun media sosialnya.

“Ini termasuk video pro-ISIS yang ia buat menggunakan cuplikan dari permainan daringnya di Roblox dan Gorebox,” kata ISD.

“Di platform game ini, ia telah menciptakan kembali serangan dan eksekusi ISIS, dan berperan sebagai pejuang ISIS yang membunuh ‘orang kafir’ atau musuh ISIS,” pungkasnya.

Sumber: VIVA

Artikel terkait lainnya