Fantastis! Harta Kekayaan Mertua Dwi Sasetyaningtyas Penerima Beasiswa LPDP, Pernah Jadi Sekjen Kementan RI

DEMOCRAZY.ID – Gara-gara tindakan menantu, mantan pejabat tinggi Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Syukur Iwantoro, turut menjadi perbincangan publik.

Syukur Iwantoro adalah mertua Dwi Sasetyaningtyas, penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang viral akibat ucapannya yang dinilai telah menghina Indonesia.

Tyas, sapaan akrab Dwi Sasetyaningtyas, bangga mengatakan bahwa anaknya telah resmi berstatus warga negara asing (WNA) Inggris/British citizen.

Tyas senang anaknya tidak menjadi warga negara Indonesia (WNI).

“I know the world seems unfair, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat,” kata Tyas.

Akibat pernyataan tersebut, kehidupan pribadi Tyas dikuliti warganet tanah air.

Suami Tyas, Arya Iwantoro, tak lolos dari sorotan masyarakat.

Begitu juga dengan mertua Tyas, yakni eks Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementan RI Syukur Iwantoro.

Syukur Iwantoro adalah ayah Arya Iwantoro.

Arya menikah dengan Tyas sehingga Syukur Iwantoro adalah mertua Tyas.

Anak Syukur Iwantoro mengaku telah siap mengembalikan semua dana yang ia dapatkan saat menempuh pendidikan di luar negeri menggunakan beasiswa dari LPDP.

Rata-rata uang yang harus dikembalikan oleh Arya Iwantoro sebesar Rp2 miliar.

“Itu ada yang dalam negeri ada, luar negeri juga ada. Jadi rata-rata, ya mohon maaf ya, antara ya sekitar Rp2 miliar satu orang, yang Ph.D. ya,” kata Direktur Utama LPDP Sudarto, Rabu (25/2/2026), dikutip dari tayangan video KompasTV.

Lantas, seperti apakah sosok Syukur Iwantoro? Berikut informasi lengkapnya.

Sosok Syukur Iwantoro

Syukur Iwantoro adalah mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementan RI.

Ia tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp3 miliar.

Hartanya itu terdaftar di dalam LHKPN KPK yang terkahir kali ia laporkan pada 18 Maret 2019 saat masih menjabat Sekjen Kementan.

Sumber harta terbanyaknya berasal dari tanah dan bangunan yang ia miliki dengan total mencapai Rp2,6 miliar.

Berikut rincian lengkap harta Syukur Iwantoro.

I. DATA HARTA

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp2.660.372.350

1. Tanah Seluas 120 m2 di KAB / KOTA BEKASI, HASIL SENDIRI Rp350.000.000

2. Tanah Seluas 162 m2 di KAB / KOTA BEKASI, HASIL SENDIRI Rp187.184.000

3. Tanah Seluas 686 m2 di KAB / KOTA SUMEDANG, HASIL SENDIRI Rp16.000.000

4. Tanah Seluas 3.777 m2 di KAB / KOTA SITUBONDO, Rp247.455.000

5. Tanah Seluas 7.673 m2 di KAB / KOTA SITUBONDO, Rp139.649.000

6. Tanah dan Bangunan Seluas 143 m2/88 m2 di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI Rp450.000.000

7. Tanah Seluas 2.809 m2 di KAB / KOTA SUMEDANG, HASIL SENDIRI Rp20.084.350

8. Bangunan Seluas 34 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA TIMUR, HASIL SENDIRI Rp250.000.000

9. Bangunan Seluas 33 m2 di KAB / KOTA BANDUNG, HASIL SENDIRI Rp350.000.000

10. Bangunan Seluas 25 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA TIMUR, HASIL SENDIRI Rp650.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp246.758.000

1. MOTOR, HONDA SEPEDA MOTOR Tahun 2010, HASIL SENDIRI Rp4.000.000

2. MOBIL, DAIHATSU TERIOS TX AT ADVENTURE Tahun 2015, HASIL SENDIRI Rp160.000.000

3. MOBIL, TOYOTA CAMRY Tahun 2012, HASIL SENDIRI Rp82.758.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp125.150.000

D. SURAT BERHARGA Rp.—

E. KAS DAN SETARA KAS Rp81.490.122

F. HARTA LAINNYA Rp.—

Sub Total Rp3.113.770.472

II. HUTANG Rp20.000.000

III. TOTAL HARTA KEKAYAAN (I-III) Rp3.093.770.472

Setelah purnatugas dari Kementan RI, Syukur disibukkan dengan jabatannya sebagai Vice President Director PT RMI-Mitr Phol Group.

Syukur adalah lulusan S-1 Ilmu Peternakan di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Di kampus yang sama, ia juga telah merampungkan jurusan S-2 Perencanaan Wilayah dan Perdesaan.

Saat S-3, Syukur Iwantoro mengenyam pendidikan di Inggris, tempat anak dan menantunya menetap saat ini, dengan mengambil jurusan MBA Agribisnis.

Syukur Iwantoro lahir di Situbondo, Jawa Timur, pada 30 Mei 1959.

Kariernya di Kementan telah malang melintang, terutama sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Kecintaannya di dunia peternakan berhasil membawanya menjadi Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan pada 2011 hingga 2015.

Selain itu, ia juga berhasil meraih puncak kariernya saat menduduki jabatan Sekjen Kementan.

Sekjen Kementan salah satu posisi administratif tertinggi di kementerian tersebut persis di bawah Menteri.

Dikutip dari situs resmi IPB, Syukur Iwantoro mengawali kariernya di Kementan sebagai staf di Biro Kerja sama Luar Negeri.

Setelah itu lanjut menjadi Kepala Sub-bagian Kebijakan Subsidi dan Harga di Biro Perencanaan, Kepala Bagian Program Badan Agribisnis, hingga menjadi Direktur Pengembangan Mutu Hasil Pertanian.

Karier Syukur makin moncer setelah ia ditunjuk menjadi Kepala Pusat Standardisasi dan Akreditasi Pertanian.

Ia sempat diangkat sebagai Kepala Badan Karantin Pertanian, Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Pemberdayaan Masyarakat Pertanian, dan Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi Pertanian.

Nama Syukur Iwantoro tidak pertama kali ini disorot publik.

Ia pernah menjadi sorotan karena diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis, 28 Februari 2013.

Kala itu, Syukur diperiksa sebagai saksi untuk empat tersangka terkait dengan kasus suap impor daging sapi di Kementan.

Syukur diperiksa oleh KPK sebagai saksi atas kapasitasnya menjabat Dirjen Peternakan saat tindakan rasuah terjadi.

Pada 2019, Syukur Iwantoro selaku Sekjen Kementan juga pernah diperiksa KPK dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait dugaan kasus suap pengurusan izin impor bawang putih pada tahun 2019.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya