DEMOCRAZY.ID – Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan fakta unik sehari sebelum dilantik Menteri Keuangan (Menkeu). Dia ternyata sempat menakut-nakuti Presiden Prabowo Subianto.
Tak main-main, bekas Direktur Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) itu menyebut Prabowo bisa saja jatuh. Jika kebijakan ekonomi tak segera diubah.
Semua bermula pada Jumat, 5 September 2025. Saat dirinya dipanggil bersama sekitar empat orang lain ke kediaman Prabowo di Hambalang. Di sana, dia bertemu dengan Prabowo sampai tiga jam.
Keeseokan harinya, Sabtu 7 September 2024, Prabowo kembali memanggilnya. Kepala negara itu kembali memberikan pemaparan, sementara Purbaya hanya diam.
Di hari selanjutnya, Minggu 7 September 2025 saat mereka berkumpul di Hambalang. Purbaya tak mau lagi diam.
“Kalau Minggu, waktu itu saya enggak ngomong, ya, sudah lah enggak ada kans untuk bicara lagi,” kata Purbaya di Jakarta Convention Center, Kamis, 9 Oktober 2025.
“Waktu ketemu, rapatnya berlima. Begini, begini, begini, saya bilang tadi, saya takut-takuti, ‘Februari Pak (bakal pergantian kekuasaan),’ ‘Oh gitu ya?’ Nah itu, recipe to my success, kami takut-takuti dia,” tutur Purbaya.
Purbaya memaparkan sejumlah data hari itu. Mulai dari pemerintahan Presiden ke-2 Soeharto sampai Presiden ke-7 Jokowi.
Menurut Purbaya, tiap masa tantangannya beda. Ada masa ekspansi, dan masa resesi.
Berdasar dari data tersebut. Purbaya menegaskan, jika pengambil kebijakan salah langkah, dampaknya riskan.
Bisa masuk pada krisis ekonomi. Jika itu terjadi, maka akan ada pergantian kekuasaan.
Hal tersebut, terjadi di Presiden ke-2 Soeharto dan Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.
Sementara itu, ada masa penurunan ekonomi. Itu terjadi di era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono pada 2008-2009 dan era Presiden ke-7 Jokowi pada 2016.
Kala itu, dua rezim tersebut bisa menghindari pergantian kekuasaan akibat dirinya memberi masukan ke pemerintahan saat itu.
“Ekonomi jatuh, dia jatuh. Untung ada saya,” terang dia.
Sehari setelah memaparkan hal itu ke Prabowo, besoknya, Senin (8/10/2025) Purbaya malah ditunjuk jadi Menkeu. Menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
Sejak saat itu, Purbaya banyak disorot media karena gaya komunikasinya yang lugas.
Sumber: Fajar