Epstein Files: Bill Gates Disebut Kena Penyakit Menular Seksual dari ‘Gadis-Gadis Rusia’

DEMOCRAZY.ID – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) merilis lebih dari tiga juta dokumen terkait investigasi kriminal terhadap Jeffrey Epstein pada Jumat, 30 Januari.

Rilis besar ini kembali memunculkan berbagai nama tokoh ternama, termasuk pendiri Microsoft Bill Gates, dalam sejumlah draf email yang ditulis Epstein sebelum kematiannya pada 2019.

Epstein ditangkap pada Juli 2019 atas tuduhan perdagangan seks anak di bawah umur.

Sebulan kemudian, ia ditemukan meninggal karena bunuh diri di Metropolitan Correctional Center, New York, saat menunggu persidangan.

Di antara dokumen yang dirilis, terdapat draf email yang diduga ditulis Epstein untuk dirinya sendiri.

Dalam salah satu email bertanggal 18 Juli 2013 dengan subjek “Bill”, Epstein menuliskan tuduhan bahwa Gates pernah meminta bantuannya untuk menyembunyikan infeksi menular seksual (IMS) dari istrinya saat itu, Melinda French Gates.

Email tersebut juga berisi klaim vulgar dan tuduhan bahwa Gates menerima antibiotik untuk mengobati IMS yang disebut berasal dari “gadis-gadis Rusia.”

Menanggapi tuduhan tersebut, juru bicara Bill Gates menyatakan klaim itu sepenuhnya tidak benar, mengutip People, Rabu (4/2/2026).

“Klaim ini benar-benar tidak masuk akal dan sepenuhnya salah,” ujar perwakilan Gates.

Pernyataan itu juga menegaskan bahwa dokumen-dokumen tersebut hanya menunjukkan frustrasi Epstein karena tidak memiliki hubungan yang berkelanjutan dengan Gates, serta upayanya untuk mencemarkan nama baik.

Sejumlah email juga tampak disusun seolah-olah ditujukan kepada Boris Nikolic, seorang dokter sekaligus investor bioteknologi yang pernah menjadi penasihat sains dan teknologi untuk Bill & Melinda Gates Foundation hingga 2014.

Namun, tidak ada bukti bahwa Nikolic mengetahui keberadaan email tersebut atau terlibat dalam tuduhan yang dituliskan Epstein.

Pada 2019, juru bicara Nikolic telah menegaskan bahwa ia tidak memiliki hubungan bisnis dengan Epstein.

Dalam salah satu draf email, Epstein menulis narasi seolah-olah berasal dari tangan kanan Gates yang mengaku diminta terlibat dalam berbagai tindakan tidak pantas secara moral maupun etis.

Namun, tidak ada bukti pendukung bahwa pernyataan tersebut benar atau pernah dikirim secara resmi.

Rilis dokumen ini menyusul publikasi sebelumnya oleh DOJ pada November dan Desember 2025 yang menampilkan sejumlah foto Epstein bersama tokoh publik, termasuk Bill Gates, Woody Allen, Steve Bannon, dan pendiri Google Sergey Brin.

Dua foto memperlihatkan Gates berpose dengan seorang perempuan yang wajahnya telah disunting.

Bill Gates sebelumnya telah mengakui bahwa pertemuannya dengan Epstein merupakan sebuah kesalahan.

Dalam wawancara Januari 2025 dengan The Wall Street Journal, Gates menyebut dirinya “bodoh” karena sempat menghabiskan waktu dengan Epstein, yang menurutnya saat itu dianggap dapat membantu upaya filantropi kesehatan global, sesuatu yang kemudian ia nilai sebagai penilaian yang keliru.

Hubungan Gates dengan Epstein juga disebut menjadi salah satu faktor ketegangan dalam rumah tangganya.

Dalam wawancara 2022 dengan CBS, Melinda French Gates menyatakan secara terbuka bahwa ia tidak menyukai pertemuan suaminya dengan Epstein. Pasangan yang menikah sejak 1994 itu resmi bercerai pada 2021.

Meski berbagai tuduhan muncul dalam dokumen tersebut, hingga kini tidak ada bukti hukum yang menunjukkan bahwa Bill Gates terlibat dalam tindakan kriminal terkait kasus Epstein.

Banyak isi email yang dirilis masih berupa draf sepihak dari Epstein dan belum terverifikasi kebenarannya.

Menyoal Epstein Files

Epstein Files yang tengah viral adalah ribuan halaman dokumen yang terkait dengan dua investigasi kriminal perdagangan seks oleh pemodal juga pengusaha Jeffrey Epstein dan wanita yang disinyalir kekasihnya Ghislaine Maxwell.

Maxwell kini telah sedang menjalani hukuman 20 tahun penjara.

Sementara Jeffrey Epstein kini telah tewas usai mengakhiri hidup, di penjara, Manhattan, New York Agustus 2019 lalu.

Dokumen-dokumen ini, yang mencakup catatan perjalanan, rekaman, dan email, telah menjadi topik pembicaraan sejak kematian Epstein pada tahun 2019.

Pada November 2025, tiga email, yang diperoleh dari harta warisan Epstein, tampaknya menunjukkan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengetahui praktik perdagangan seks Epstein.

Mengutip Britannica, Trump telah lama membantah mengetahui ‘dosa kelam’ Epstein.

Email-email tersebut semakin memicu seruan untuk merilis semua berkas Epstein kepada publik.

Pada 18 November, DPR AS memberikan suara 427-1 untuk meloloskan Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein dan Senat setuju dengan suara bulat untuk mengirimkan undang-undang tersebut kepada presiden.

Trump menandatangani undang-undang tersebut keesokan harinya.

Pada 19 Desember 2025, sesuai dengan Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein, Departemen Kehakiman AS merilis ratusan ribu dokumen.

Berkas-berkas tersebut termasuk beberapa foto mantan Presiden AS Bill Clinton dan selebriti lainnya, termasuk juga ada Trump.

Selain itu, mengutip Al Jazeera, menurut ribuan berkas yang dirilis Departemen Kehakiman AS (DOJ) Jumat, terdapat foto-foto dalam sebuah folder berlabel “Pengungkapan DOJ”.

Sebagian besar foto tersebut disita oleh FBI selama berbagai penggeledahan rumah Epstein di New York City dan Kepulauan Virgin AS.

Foto-foto baru menunjukkan para musisi Mick Jagger, Michael Jackson, dan Diana Ross dalam foto bersama Epstein, dan, beberapa, dengan orang lain yang wajahnya telah disensor.

Dalam salah satu gambar, Jagger terlihat duduk di antara Epstein dan mantan Presiden AS Bill Clinton.

Bintang pop Jackson juga terlihat berdiri di sebelah Clinton, dan berpose untuk foto bersama Epstein di depan sebuah lukisan dalam gambar lainnya.

Tokoh-tokoh terkenal lainnya yang tampil dalam foto-foto yang baru dirilis termasuk aktor Kevin Spacey, komedian Chris Tucker, miliarder Richard Branson, mantan duta besar Inggris untuk AS, Peter Mandelson, dan Andrew Mountbatten-Windsor (Pangeran Andrew Kerajaan Inggris) dan mantan istrinya, Sarah Ferguson.

Dalam sebuah gambar hitam-putih, Andrew terlihat berbaring di pangkuan lima orang yang wajahnya telah dihitamkan, sementara Maxwell berdiri di belakang mereka.

Departemen Kehakiman tidak menyertakan detail apa pun tentang isi atau konteks foto-foto tersebut.

Virginia Giuffre, yang merupakan salah satu penuduh Epstein yang paling terkenal dan meninggal karena bunuh diri pada bulan April di usia 41 tahun, menuduh Mountbatten-Windsor melakukan pelecehan seksual ketika dia berusia 17 tahun.

Namun Pangeran Andrew menyelesaikan gugatan dengan Giuffre pada tahun 2022, tetapi terus menyangkal tuduhan tersebut.

Soal Laporan Pelecehan Anak di Bawah Umur

Pada September 1996, Maria Farmer, korban Epstein, mengadu kepada FBI bahwa Epstein terlibat dalam pelecehan seksual anak.

Farmer mengatakan bahwa para pejabat AS gagal mengambil langkah untuk menyelidiki kasus tersebut.

Meskipun nama pelapor disensor dalam dokumen yang berkaitan dengan pengaduan ini kepada FBI, Farmer telah mengkonfirmasi bahwa pengaduan tersebut dibuat olehnya.

“Saya ingin semua orang tahu bahwa saya meneteskan air mata kebahagiaan untuk diri saya sendiri, tetapi juga air mata kesedihan untuk semua korban lain yang telah diabaikan oleh FBI,” katanya, mengutip Al Jazeera.

Transkrip persidangan dewan juri yang baru dirilis juga mencakup kesaksian dari agen FBI yang menggambarkan wawancara yang mereka lakukan dengan gadis-gadis dan wanita muda yang menceritakan pengalaman mereka dibayar untuk melakukan tindakan seksual untuk Epstein.

Menurut media lokal, narasumber termuda berusia 14 tahun.

Seorang wanita, yang saat itu berusia 21 tahun, mengatakan kepada dewan juri bahwa Epstein telah mempekerjakannya ketika dia berusia 16 tahun untuk melakukan pijat seksual, dan bahwa dia kemudian merekrut gadis-gadis lain untuk melakukan hal yang sama.

“Untuk setiap wanita yang saya tawari pekerjaan tersebut, dia akan memberi saya $200,” kata salah satu korban Epstein tersebut.

Hingga saat ini dilaporkan media AS, termasuk CBS, di antaran dokumen Epstein Files yang dirilis, banyak yang telah disensor, termasuk pernyataan polisi, laporan investigasi dan foto.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya