DEMOCRAZY.ID – Bandara Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) viral setelah didatangi Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin pada 19 November 2025.
Sjafrie terkejut karena Bandara IMIP beroperasi tanpa otoritas negara.
Menhan Sjafrie memang tidak menjelaskan perangkat negara yang absen di bandara itu.
Namun, Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang mendampinginya, menyebut bahwa Bandara IMIP beroperasi tanpa pihak keamanan, bea cukai, dan imigrasi.
Pemilik PT IMIP pun ikut diburu banyak pihak sebab bandara itu berada di kawasan industri Morowali yang mengelola nikel, stainless steel, dan carbon steel.
PT IMIP dimiliki oleh tiga perusahaan, yaitu Shanghai Decent Investment Group, PT Sulawesi Mining Investment, dan PT Bintang Delapan Investama.
Menurut laman resmi PT IMIP, Shanghai Decent Investment Group menjadi pemegang saham terbesar, yaitu 49,69 persen.
Sedangkan PT Sulawesi Mining Investment punya 25 persen saham dan PT Bintang Delapan Investama dengan saham 25,31 persen.
Pada tahun 2018, sempat ada isu bahwa Prabowo Subianto merupakan pemilik PT Bintang Delapan Investama. Perusahaan itu juga disebut mempekerjakan tenaga asing dibanding lokal.
Namun, Andre Rosiade yang kala itu menjabat sebagai anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra menyebut 95 persen saham Bintang Delapan dimiliki Tsingshan dan lima persennya milik putra daerah.
Informasi lainnya menyebut saham Bintang Delapan dimiliki PT Panca Metta dan PT Meltapratama Perkasa.
Bagaimana pun, tak ada bukti Prabowo sosok di balik PT Bintang Delapan.
Pemilik saham mayoritas PT IMIP yaitu Shanghai Decent Investment adalah anak usaha Tsingshan Holding Group yang merupakan produsen baja terbesar di dunia.
Perusahaan itu didirikan taipan China yang bernama Xiang Guangda.
Melansir Forbes, kekayaan bersihnya mencapai 4,2 miliar dolar AS (Rp 69,8 triliun) pada November 2025.
Forbes juga mencantumkan salah satu investasi Tsingshan di luar negeri mencakup pertambangan bijih nikel di Indonesia.
Selain PT IMIP yang mengelola kawasan industri nikel, Tsingshan juga punya anak usaha PT Tsingshan Steel Indonesia (PT TSI) dan PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (PT ITSS).
Melalui PT TSI dan PT ITSS, Tsingshan mengoperasikan beberapa smelter.
Mereka bahkan membangun pembangkit listrik di Morowali berkapasitas 2 x 65 Megawatt untuk mendukung operasional smelter.
Adapun PT IMIP berawal dari kerja sama Tsingshan Group dan PT Bintang Delapan Investama. Mereka mendirikan PT Sulawesi Mining Investment pada 2009.
PT SMI mulai mengoperasikan pertambangan nikel seluas hampir 47.000 hektar di Kabupaten Morowali. Ketiga perusahaan itu lalu sepakat mendirikan pabrik di Bahodopi, Morowali.
Pendirian kawasan IMIP ditandatangani Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden China Xi Jinping di Forum Bisnis Indonesia-China di Jakarta pada 3 Oktober 2013.
Kawasan industri IMIP lalu diresmikan Presiden RI ketujuh Joko Widodo pada 29 Mei 2015.
Dua pemilik PT IMIP, yakni PT Bintang Delapan Mineral (BDM) sempat diprotes karena memecat 280 pekerja sekitar tahun 2014.
Pemecatan itu dipicu aksi mogok kerja ratusan pegawai yang merasa adanya perlakuan istimewa terhadap pekerja asing asal China.
Salah satunya adalah upah yang tak setara, meskipun beban kerja sama. Tenaga kerja asing kala itu disebut-sebut mendapat bayaran Rp 50.000 per hari.
Sementara, pekerja lokal hanya diupah Rp 39.000 setiap hari. Buruh pun unjuk rasa dengan tidak bekerja selama lima hari.
Sempat ada upaya penyelesaian antara perusahaan dan buruh. Namun, sulit mencapai kesepakatan, terutama soal pesangon.
Perusahaan saat itu ingin memberikan separuh dari total jumlah pesangon yang seharusnya diterima para pekerja.
Tungku smelter milik PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di kawasan industri IMIP meledak padak 24 Desember 2023 pukul 05.30 WITA.
Sebanyak 59 orang menjadi korban dan 21 di antaranya meninggal dunia. Rincian korban tewasnya adalah 13 pekerja Indonesia dan 8 tenaga kerja asing (TKA) asal China.
Polisi menetapkan 2 TKA asal China sebagai tersangka, yakni ZG dan Z. ZG yang berstatus sebagai supervisor melakukan pemotongan dinding tungku baja tidak sesuai SOP.
Sementara, Z diduga melanggar SOP terkait penarikan cangkang tungku. Kelalaian mereka yang menyebabkan tungku smelter nikel yang tengah diperbaiki meledak.
Insiden serupa terjadi di PT Sulawesi Mining Investment pada 19 Januari 2024 akibat cairan slag yang meluap dan melukai dua pekerja.
Ledakan tungku smelter kembali terjadi di PT ITSS pada Juni 2024, yang juga menyebabkan dua orang mengalami luka bakar.
PT IMIP juga menjadi sorotan karena lebih banyak menyerap tenaga kerja asing (TKA) dibandingkan pekerja lokal. TKA yang bekerja di PT IMIP didominasi warga negara China.
Pada Oktober 2022, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) kala itu, Afriansyah Noor, mengakui TKA China paling banyak bekerja di PT IMIP.
Pernyataan itu dikaitkan dengan jumlah tenaga kerja asing di Kabupaten Morowali pada 2023. Dilansir dari Portal Data Morowali, TKA asing di Kabupaten Morowali berjumlah 26.038 orang.
Sumber: Inilah