DEMOCRAZY.ID – Hubungan mesra antara Donald Trump dan Benjamin Netanyahu diprediksi tidak akan bertahan lama jika situasi di Timur Tengah memburuk.
Mantan Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton, melempar peringatan keras: Trump tidak akan ragu menjadikan Perdana Menteri Israel itu sebagai ‘kambing hitam’ jika operasi militer terhadap Iran berakhir berantakan.
Dalam wawancara eksklusif dengan Newsweek, Bolton membedah pola pikir mantan bosnya tersebut.
Menurutnya, loyalitas Trump bukan berdasarkan ideologi atau persahabatan jangka panjang, melainkan murni pada hasil akhir.
Di mata Trump, dunia hanya terbagi dua: pemenang atau pecundang.
Bolton, yang dikenal sebagai sosok elang (hawk) dalam kebijakan luar negeri AS, menyebut bahwa Trump memiliki mekanisme pertahanan diri politik yang sangat kuat.
a cenderung menjaga citra pribadinya tetap bersih dari kegagalan dengan cara melimpahkan kesalahan kepada orang lain.
”Saya hampir bisa menjamin bahwa Trump akan menyalahkan Netanyahu. Mengapa? Karena dalam dunianya, tidak ada ruang untuk kegagalan kolektif,” tegas Bolton.
Ia menambahkan bahwa sifat narsistik Trump membuatnya sulit menerima tanggung jawab atas kegagalan strategis.
Jika eskalasi melawan Teheran tidak membuahkan hasil yang memuaskan atau justru memicu kerugian bagi kepentingan AS, maka narasi akan langsung diubah.
Netanyahu, yang selama ini dianggap sekutu terdekat, bisa seketika menjadi pihak yang paling disalahkan.
Analisis Bolton ini menguak tabir di balik aliansi AS-Israel yang selama ini tampak solid. Meski Trump sering mengeklaim diri sebagai presiden AS yang paling pro-Israel sepanjang sejarah, Bolton menilai hubungan tersebut bersifat transaksional.
Ada harga yang harus dibayar untuk dukungan Washington. Jika investasi politik dan militer yang diberikan Trump kepada Israel tidak menghasilkan ‘kemenangan’ yang bisa dijual kepada pemilih di Amerika, maka aliansi tersebut kehilangan nilainya.
Pernyataan Bolton ini muncul di tengah mendidihnya tensi di Timur Tengah. Spekulasi mengenai langkah drastis terhadap program nuklir Iran terus menguat.
Namun, bagi para pengamat, peringatan Bolton ini menjadi pengingat bagi Tel Aviv: dukungan Gedung Putih di era Trump adalah pedang bermata dua yang sangat bergantung pada fluktuasi keberhasilan di lapangan.
Sumber: Inilah