Eggi Sudjana Murka ke Khozinudin dan Roy Suryo: Saya Bisa Gebukin Bawa Pasukan Banyak!

DEMOCRAZY.ID – Advokat senior sekaligus aktivis Eggi Sudjana meluapkan kemarahan dan kegeramannya setelah dituding “dibeli untuk jadi penghanat” hingga disebut “tuyul” oleh rekan seperjuangannya sendiri yakni Ahmad Khozinudin dan Roy Suryo.

Merasa difitnah dan harga dirinya diinjak-injak, Eggi akhirnya memilih melaporkan keduanya ke polisi.

Menurut Eggi, tudingan Khozinudin, kuasa hukum Roy Suryo, bahwa dirinya “dibeli Jokowi” adalah fitnah serius.

“Dia pakai istilah membeli. Saya boleh dong tanya, dibeli berapa? Mana transaksinya? Itu ilmu hukum! Kalau tidak sesuai fakta, itu namanya fitnah. Sakit hati saya,” tegas Eggi dalam podcast YouTube Forum Keadilan TV bersama host Margi Syarif, Sabtu (14/2/2026).

Ia menilai pernyataan Khoizinudin yang menyebut dirinya telah “dibeli jadi pengkhianat” bukan sekadar kritik, melainkan tuduhan tanpa bukti yang menyerang kehormatannya sebagai advokat.

Tak hanya itu, Eggi juga tersinggung dengan pernyataan Khozinudin yang menyebut SP3 atas dirinya tidak sah karena “produk Solo”.

“SP3 itu produk undang-undang! User-nya Kapolri. Undang-undang itu produk Presiden dan DPR. Kalau bilang itu produk Solo, berarti menghina Presiden dan DPR,” ujarnya.

Eggi menegaskan, dirinya sebenarnya bisa saja membalas dengan cara jalanan.

“Kalau saya pakai teori kerusuhan, ini kesempatan saya bikin rusuh. Saya bisa datangin, saya bisa gebukin. Saya punya banyak pasukan. Tapi itu enggak benar. Maka saya tempuh jalur hukum,” katanya.

Bagi Eggi, langkah melapor ke polisi adalah bentuk edukasi hukum, bukan balas dendam.

Ia merasa hak hukumnya terinjak setelah dituduh pengkhianat dan dilecehkan dengan istilah “tuyul”.

Terkait pernyataan Roy Suryo yang menyebut “dua tuyul menemui jin Iprit”, Eggi menilai itu bukan sekadar satire.

“Satire itu seperti puisi Butet, enggak ada kasus. Ini saya lagi ada kasus sama dia. Kenapa saya dibilang tuyul?” ucapnya geram.

Karena itulah Eggi memilih melaporkan keduanya ke polisi atas tuduhan fitnah dan penghinaan, meski sebelumnya mereka adalah rekan seperjuangan Eggi.

“Tapi ketika dia menghina seperti ini, harga diri saya terinjak-injak enggak bisa dong. Batasnya di situ,” ujarnya.

Bagi Eggi, tuduhan tersebut sudah keterlaluan dan menyerang kehormatannya sebagai advokat dan aktivis yang selama ini konsisten.

Meski begitu, Eggi mengaku tetap membuka pintu maaf.

“Kalau dia minta maaf, demi Allah saya maafkan. Tapi jangan terus menghina,” katanya.

Di tengah polemik pertemuannya dengan Jokowi di Solo dan kisruh internal TPUA, Eggi menegaskan dirinya tidak merasa bersalah.

Ia justru mengklaim menang secara hukum setelah status tersangkanya dihentikan.

“Saya bebas. Saya enggak tersangka. Itu kemenangan buat saya,” ujarnya.

Namun satu hal yang ia sesalkan, mengapa dirinya yang terus diserang, bukan langsung pihak yang dituduh.

“Kenapa gue yang diserang? Kenapa enggak Jokowi terus?” katanya.

Kasus ini pun menandai retaknya hubungan Eggi dengan sejumlah tokoh yang dulu berada dalam barisan perjuangan yang sama.

Kini, ia memilih jalur hukum sebagai pembuktian, sembari menegaskan bahwa kehormatan dan harga diri bukan sesuatu yang bisa diinjak tanpa konsekuensi.

Eggi juga membongkar borok di internal Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) yang kini telah berantakan.

Ia menduga ada ambisi pribadi di balik serangan rekan-rekannya tersebut.

Eggi mencium adanya keinginan dari pihak tertentu untuk merebut posisi pemimpin.

“Dia (Khoizinudin) pernah saya dengar dari orang, ‘Ya Bang Eggi jangan jadi pemimpin terus dong. Sekali-sekali harus gue jadi imam, dia jadi makmum.’ Berarti dia kepengin tampil,” beber Eggi.

Mengenai SP3 yang didapatnya, Eggi menolak disebut sebagai produk lobi-lobi haram.

Ia menegaskan kepulangannya dari Solo dengan status bebas adalah murni perjuangan hukum dan kehendak Tuhan.

Eggi menantang pihak-pihak yang menyerangnya untuk berani datang langsung ke Solo jika merasa hebat, bukan justru menyerang sesama pejuang.

“Gue nanggung beban orang tadi, mereka maki Jokowi tapi larinya ke gue. Enggak fair! Saya minta hak saya sebagai advokat tidak boleh ditersangkakan, itu dikabulin. Itu menang buat gue!” pungkasnya.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya