DEMOCRAZY.ID – Laporan investigasi terbaru Wall Street Journal mengungkap operasi intelijen Israel yang disebut semakin dalam menembus struktur keamanan Iran.
Operasi tersebut diklaim menargetkan langsung pimpinan militer dan jaringan komando untuk melumpuhkan sistem kendali negara.
Menurut laporan itu, medan perang kini tidak lagi di perbatasan, tetapi sudah masuk ke dalam kota-kota Iran.
“Israel secara sistematis memburu pemimpin dan badan eksekutif Iran untuk mengganggu jaringan komando dan kontrol,” tulis laporan yang mengutip dokumen rahasia operasi.
Salah satu serangan paling besar disebut terjadi saat Ali Larijani berada di lokasi persembunyian di pinggiran Teheran bersama sejumlah pejabat senior.
Serangan presisi dilaporkan mengakhiri pertemuan tersebut dan menghancurkan bagian penting dari jaringan kepemimpinan pasca-Khamenei.
Laporan itu juga menyebut tempat-tempat umum ikut menjadi sasaran setelah markas resmi hancur.
Stadion Azadi disebut digunakan sebagai titik kumpul pasukan, sebelum akhirnya menjadi target serangan besar pada pekan pertama perang.
Media pemerintah Iran disebut tidak banyak menampilkan detail kejadian tersebut.
Bagian paling mengejutkan dalam laporan adalah rekaman percakapan yang disebut melibatkan agen Mossad dengan seorang komandan Iran.
“Kami tahu semua tentangmu. Kamu ada dalam daftar hitam kami,” kata suara yang disebut sebagai agen intelijen Israel.
Komandan itu menjawab dengan nada tertekan, “Saya bukan musuh kalian… saya seperti orang yang sudah mati berjalan.”
Laporan itu juga menyebut keberhasilan operasi Israel didukung informasi dari warga sipil yang memberi laporan lokasi persembunyian pejabat militer.
Beberapa target, termasuk komandan Basij, dilaporkan ditemukan setelah lokasi mereka bocor melalui laporan masyarakat.
Analis keamanan di Washington dan Tel Aviv menilai strategi serangan berlapis, krisis ekonomi, dan penghilangan tokoh kunci bisa melemahkan sistem dari dalam.
“Kombinasi perang berkepanjangan dan eliminasi pemimpin dapat membawa Iran ke titik yang sulit kembali,” kata seorang analis yang dikutip dalam laporan.
Sumber: Suara