DEMOCRAZY.ID – Situasi di balik keluarnya Refly Harun dan Roy Suryo cs dari Tim Reformasi Polri ternyata jauh lebih riuh dari yang terlihat.
Mahfud MD, yang kini duduk sebagai anggota tim tersebut, akhirnya buka suara lewat kanal YouTube resminya.
Menurut Mahfud, sebelum pertemuan berlangsung, sudah ada pesan jelas dari Jimly Asshiddiqie kepada Refly Harun.
Intinya bahwa jangan membawa Roy Suryo cs, apalagi status hukum Roy saat itu masih tersangka.
Mahfud bilang, “Sebelum mereka datang, Pak Jimly sudah memberitahu bahwa kalau Roy cs yang sedang punya kasus konkret, ndak usah datang. Substansinya kan tetap bisa disampaikan.”
Peringatan itu disampaikan demi menghindari kesan bahwa tim seolah ingin ikut campur atau ‘membersihkan’ kasus pihak tertentu.
Namun rencana berubah ketika Refly tetap datang bersama Roy Suryo dan rombongan.
Mahfud MD menuturkan, saat melihat hal tersebut, Jimly langsung memberi opsi bahwa mereka tetap boleh masuk, tapi hanya duduk di belakang dan tidak diperkenankan berbicara selama rapat.
Semua ini demi menjaga netralitas dan alur diskusi.
Namun pilihan itu memicu reaksi berbeda.
Menurut Mahfud MD, situasi jadi panas setelah Roy Suryo, Tifa, Rismon, dan Rizal Fadillah memutuskan memilih keluar dari ruangan.
“Lalu Refly bilang ikut, saya juga ikut keluar, karena dia merasa bertanggung jawab. Dia kan yang mendaftarkan,” ujar Mahfud MD.
Jimly kemudian mengingatkan kembali bahwa dirinya sebenarnya sudah memberi tahu Refly sejak malam sebelumnya agar tidak membawa pihak yang berstatus tersangka.
“Ternyata oleh Refly tidak diberitahu kepada Roy Suryo bahwa mereka ndak boleh datang,” kata Mahfud.
Namun Refly membalas dengan santai, “Ya kan Pak Jimly baik hati, jadi saya suruh datang saja.”
Drama pun pecah, dan momen itu jadi titik balik keluarnya mereka dari tim.
Sumber: Konteks