DPR Soroti, Dari 87 Bukti Jadi 39, Hanya 7 yang Terkait Tifa, Ada Apa?

DEMOCRAZY.ID – Polemik kasus ijazah Joko Widodo kembali memanas setelah muncul temuan bahwa dari 87 bukti jadi 39, hanya 7 yang terkait Tifa.

Peneliti sekaligus aktivis Tifauzia Tyassuma atau dokter Tifa mengungkap detail proses penyidikannya setelah ia ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam podcast yang tayang di kanal YouTube Bambang Widjojanto pada Rabu, 26 November 2025, dokter Tifa mengatakan temuan “dari 87 bukti jadi 39, hanya 7 yang terkait Tifa” membuatnya mempertanyakan arah pemeriksaan.

Ia mengaku melihat adanya upaya untuk menempatkan dirinya sebagai sosok yang tidak kompeten dalam kasus ini.

Dokter Tifa menjelaskan bahwa perubahan jumlah barang bukti tersebut ia ketahui selama tiga kali pemeriksaan.

Dari total 87 video dan unggahan yang diserahkan, penyidik hanya mengerucutkannya menjadi 39, dan hanya 7 yang dianggap berhubungan langsung dengan dirinya.

Menurutnya, tujuh bukti itu menjadi fokus pertanyaan pemeriksa.

“Saya analisis cepat arahnya ke mana,” ujarnya, menegaskan bahwa pola pemeriksaan terasa seperti ingin membangun narasi bahwa dirinya tidak memiliki kapasitas sebagai peneliti.

Dokter Tifa memaparkan bahwa penyidik menyoal kompetensinya, termasuk kapasitasnya meneliti wajah Jokowi dan melakukan analisis berbasis neuroscience behavior.

Ia mengaku diarahkan seolah hanya “dokter biasa”, bukan peneliti.

Padahal, menurutnya analisis yang ia lakukan berdasarkan tiga ilmu dasar kedokteran: anatomi, fisiologi, dan behavior.

Jika kompetensinya dilemahkan, ia menilai hal itu bisa dijadikan alasan untuk menjeratnya dengan pasal ujaran kebencian (hate speech).

Selain isu kompetensi, dokter Tifa juga disebut ikut menyebarkan informasi menyesatkan karena pernah mengunggah analisis Roy Suryo dan menambahkan catatannya sendiri.

Hal itu dinilai penyidik sebagai turut serta menyebarkan berita bohong terkait ijazah Jokowi.

Dalam pemeriksaan, dokter Tifa berkali-kali meminta penyidik menunjukkan ijazah Jokowi karena menurutnya itu adalah materi utama dari 39 barang bukti yang ada.

Namun permintaan itu ditolak dengan alasan ijazah tersebut sedang disegel.

Ia menilai alasan itu tidak logis. Menurutnya, bukti yang disegel bukan berarti tidak bisa dibuka untuk kebutuhan klarifikasi.

Sebelum sesi tanya jawab, penyidik sempat menunjukkan 39 video yang menjadi bahan pemeriksaan.

Namun, pada akhirnya pemeriksaan kembali mengarah pada isu kompetensi dirinya sebagai peneliti dan latar belakang pendidikan Jokowi, sehingga ia mempertanyakan objektivitas proses tersebut.

Sumber: SuaraMerdeka

Artikel terkait lainnya