Dosen UI: Prabowo Pro Israel dan Amerika Serikat!

DEMOCRAZY.ID – Pernyataan kritis disampaikan oleh dosen Universitas Indonesia, Ronnie H. Rusli, terkait arah kebijakan luar negeri Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.

Ia menilai, posisi Indonesia saat ini dinilai condong ke Amerika Serikat dan Israel, sehingga berdampak pada persepsi negara lain, khususnya Iran.

Ronnie menyoroti kebijakan Iran yang membatasi akses pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan minyak paling vital di dunia.

Dalam pernyataannya, ia menyebut Indonesia tidak termasuk dalam daftar negara yang kapalnya diizinkan melintas secara leluasa.

“Delapan negara kapalnya diizinkan lewat Selat Hormuz, tapi Indonesia tidak masuk. Masa gak tau kalau Iran tahu Prabowo ini pro Israel dan Amerika,” ujar Ronnie di akun media sosialnya, Rabu (1/4/2026).

Ia merinci sejumlah negara yang disebut mendapatkan akses, di antaranya Tiongkok, Rusia, India, Pakistan, Mesir, Korea Selatan, Malaysia, dan Thailand.

Menurutnya, daftar tersebut mencerminkan kedekatan geopolitik negara-negara tersebut dengan Iran.

Lebih lanjut, Ronnie menilai tidak masuknya Indonesia dalam daftar tersebut bukan semata persoalan teknis pelayaran, melainkan cerminan posisi politik luar negeri Indonesia di mata global.

“Ini bukan sekadar soal kapal, tetapi bagaimana Indonesia dipersepsikan dalam peta kekuatan dunia, terutama di kawasan Timur Tengah,” tegasnya.

Seperti diketahui, Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima distribusi minyak global.

Ketegangan di kawasan ini meningkat seiring konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Situasi tersebut membuat Iran menerapkan kebijakan selektif terhadap kapal-kapal yang melintas, khususnya dari negara-negara yang dianggap memiliki hubungan politik yang sensitif.

Hingga saat ini, pemerintah Indonesia belum memberikan pernyataan resmi terkait pandangan Ronnie tersebut.

Namun, melalui jalur diplomasi, Indonesia dikabarkan tetap berupaya memastikan kapal-kapal nasional, termasuk tanker energi, dapat melintas dengan aman di kawasan tersebut.

Sumber: JakartaSatu

Artikel terkait lainnya