Dokter Tifa Ungkap Anomali Ijazah Jokowi: Ada ‘Bleberan’ Logo UGM dan Lipatan, Beda Versi Dian Sandi

DEMOCRAZY.ID – Pegiat media sosial, Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa mengungkap kejanggalan baru terkait ijazah milik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Dia mengatakan kejanggalan pertama yakni adanya lipatan dari ijazah Jokowi yang diperlihatkan oleh Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Sigit Sunarta pada tahun 2022 lalu.

Dokter Tifa mengungkapkan ijazah tersebut diperlihatkan dalam format A3 dan fotokopi.

“Detail dari fotokopi (ijazah Jokowi) ini menarik, ya karena dalam fotokopi A3 itu ada lipatannya,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (16/2/2026).

Kemudian, kejanggalan kedua yakni adanya noktah atau noda akibat tinta logo UGM di ijazah Jokowi.

Dokter Tifa menyebut kejanggalan ini sengaja tidak segera diungkap pihaknya. Dia mengatakan sempat mengeklaim bahwa noda tersebut akibat tumpahan minuman.

“Kemudian ada satu detail yang sampai saat ini masih kami simpan, ada satu artefak yang akhirnya kami buka sekarang. Artefak itu adalah noktah pada logo Universitas Gadjah Mada.”

“Yang dulu kami bersengaja sampaikan, itu kemungkinan tumpahan kopi atau teh. Tapi sejalan dengan waktu, kami tahu itu (noktah) bleberan dari tinta (logo UGM),” ujarnya.

Dia menegaskan temuan ini berdasarkan fotokopi ijazah Jokowi yang diperlihatkan oleh Sigit Sunarta.

Dokter Tifa mengungkapkan temuan noda tersebut akan disampaikan kepada salah satu saksi ahli, Tono Saksono.

“Ini untuk memastikan apakah noktah ini betul-betul bleberan dari (tinta) logo UGM atau oleh hal lain. Mesinnya menurut beliau ada di Belanda,” tuturnya.

Setelah adanya dua temuan tersebut, Dokter Tifa mengatakan pihaknya lalu membandingkan dengan ijazah dari lulusan Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1985 yang sama dengan tahun lulusnya Jokowi.

Berdasarkan perbandingan yang telah dilakukan, dia menegaskan seharusnya ketika ijazah sudah diterbitkan sejak lama, maka tinta akan mengalami pemudaran.

Menurut Dokter Tifa, hal tersebut tidak terlihat pada ijazah Jokowi.

Dibandingkan Foto Ijazah Jokowi yang Diunggah Dian Sandi

Dokteri Tifa mengatakan temuannya itu lantas dibandingkan lagi dengan foto ijazah Jokowi yang diunggah oleh politikus PSI, Dian Sandi Utama, di akun media sosial miliknya pada 1 April 2025 lalu.

Namun dalam foto tersebut, tak ada lipatan dan noda tinta pada ijazah Jokowi.

Dia pun menyimpulkan ijazah yang diperlihatkan Sigit Sunarta dan foto ijazah Jokowi yang diunggah Dian Sandi berasal dari dua spesimen berbeda.

“Ada dua ciri utama versi satu (ijazah Jokowi yang diperlihatkan Sigit), yang pertama ada lipatan, yang kedua noktah bleberan tinta.”

“Versi kedua (foto ijazah yang diunggah Dian Sandi) keluar di tanggal 1 April 2025, tidak ada lipatan dan logo (UGM) dalam keadaan bersih tanpa ada bleberan tinta. Hipotesis kami mengatakan bahwa dua spesimen ini berasal dari dua spesimen berbeda,” jelas Dokter Tifa.

Tak sampai di situ, dia juga mengatakan adanya noda tinta pada foto ijazah yang diunggah Dian Sandi.

Namun, noda tersebut berbeda letaknya dengan versi yang diperlihatkan Sigit Sunarta yakni berada di kiri bawah ijazah Jokowi.

“Jadi (noda tinta) bukan karena gripis karena rayap tapi bleberan tinta. Menurut Mas Roy dan Bang Rismon, ini (ijazah Jokowi versi Dian Sandi) adalah hasil dari print out,” tuturnya.

Miliki Kesamaan dengan yang Diperlihatkan Bareskrim Polri

Selanjutnya, Dokter Tifa kembali membandingkan ijazah Jokowi versi Sigit Sunarta dengan yang diperlihatkan oleh Bareskrim Polri pada 22 Mei 2025 lalu.

Menurutnya, seluruh ciri antara ijazah Jokowi versi Sigit dan Bareskrim Polri memiliki kesamaan.

“Ini (ijazah Jokowi versi Bareskrim Polri) adalah spesimen ketiga. Ada dua ciri khas dengan versi satu yang dikeluarkan Pak Sigit Sunarta yaitu ada lipatan dan ada bleberan tinta.”

“Dan ciri yang ada di versi Dian Sandi yaitu ada bleberan tinta di bawah tidak ada,” katanya.

Namun, kata Dokter Tifa, di hari yang sama, muncul ijazah Jokowi versi lain yang dibawa oleh adik ipar Wali Kota Solo, Hari Mulyono.

Dia mengatakan pada momen tersebut, ijazah tersebut diklaim sebagai ijazah yang asli.

Pasalnya, berdasarkan pengakuan Hari Mulyono, ijazah tersebut telah diperiksa oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri.

Dokter Tifa pun mempertanyakan kinerja Bareskrim Polri buntut peristiwa tersebut.

“Kalau memang Bareskrim sudah melakukan penyitaan dan Pak Joko Widodo melakukan penyerahan ijazah asli sebelum presentasi Dirtipidum pada 22 Mei 2025, mengapa Bareskrim mempresentasikan fotokopi ijazah ini (versi Sigit) dan mengapa Bareskrim mempresentasikan ijazah ini (versi ijazah yang fotonya diklaim adik ipar Jokowi),” tegasnya.

“Ini yang menjadi pertanyaan besar sekali. Jadi yang diuji Puslabfor apakah fotokopian ini (versi Sigit) atau yang katanya ijazah asli (yang diklaim foto ipar Jokowi) yang disita ini?” sambung Dokter Tifa.

Roy Suryo Sempat Ungkap 5 Kejanggalan Ijazah Jokowi

Sebelumnya, pakar telematika, Roy Suryo sempat membeberkan lima kejanggalan ijazah Jokowi setelah gelar perkara khusus di Polda Metro Jaya pada 16 Desember 2025.

Kejanggalan pertama terkait dengan pasfoto yang berada di ijazah Jokowi. Dia meragukan bahwa foto tersebut dicetak pada tahun 1980-an.

Keraguan Roy berasal dari kualitas tinta serta kertas yang digunakan untuk mencetak foto tersebut.

“Saya dengan lantang dan tegas mengatakan, saya sangat ragu (pasfoto di ijazah Jokowi) bahwa itu usia (foto) sudah lebih dari 40 tahun.”

“(Kualitas foto) Terlalu tajam, terlalu baru barang itu sebagai foto yang dicetak dengan kertas foto pada tahun 1980-an,” katanya.

Selanjutnya, kejanggalan kedua terkait adanya sebuah garis di bagian kiri ijazah Jokowi.

Menurut Roy, hal tersebut tidak lazim ikut tercetak di sebuah ijazah.

Dia menduga munculnya garis tersebut lantaran ijazah Jokowi yang disita penyidik Polda Metro Jaya itu adalah cetakan baru.

“Itu mungkin hasil dari re-printing atau print baru,” ujarnya.

Lalu, kejanggalan ketiga terkait dengan warna logo UGM. Menurut Roy, warna logo UGM berwarna emas.

Hal itu diketahuinya setelah melihat ijazah milik beberapa lulusan UGM lainnya. Sementara, Roy menyebut warna logo UGM di ijazah Jokowi tidak seperti itu.

Selain itu, sambungnya, warna logo UGM di ijazah mantan Wali Kota Solo itu juga tidak memudar meski telah dicetak sejak 40 tahun lalu.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu pun semakin yakin bahwa ijazah Jokowi yang disita penyidik adalah cetakan baru.

“Kalau lebih dari 10 tahun itu (warna logo UGM di ijazah) bakal mbleber. Mbleber itu apa? kemudian (tinta) pecah atau mengembang karena tinta dulu tidak sebaik tinta sekarang.”

“Ini tidak ada mbleber-nya sama sekali. Jadi kayak di-print dengan kualtias tinta baru, jadi klir banget,” tuturnya.

Kejanggalan keempat menurut Roy yakni terkait watermark dan embos di ijazah Jokowi. Dia mengungkapkan watermark di ijazah Jokowi tidak sama dengan ijazah dari lulusan UGM lainnya,

Roy juga menduga bahwa embos di ijazah ayah Wapres Gibran Rakabuming Raka itu hanyalah citra.

Kejanggalan terakhir yang ditemukan Roy terkait dengan cara ijazah Jokowi dicetak.

Ia mengatakan berdasarkan contoh ijazah lulusan UGM lain yang dilihatnya, proses cetak diawali dengan tulisan dan dilanjutkan dengan logo UGM.

Namun, Roy mengungkapkan ijazah Jokowi dicetak dengan proses sebaliknya.

“Dalam ijazah itu ada dua tipe pencetakan, logo dulu baru tulisan atau tulisan dulu baru logo.”

“Yang jelas, pada ijazah (Jokowi) yang ditunjukkan tadi, tetap berbeda dengan contoh atau perbandingan ijazah (lulusan UGM) lainnya. Yang lainnya di sini, tulisan baru logo,” ujarnya.

Dengan segala kejanggalan baru yang ditemukan, Roy semakin yakin bahwa ijazah Jokowi adalah palsu.

“Hasil dari kami tentang 99 persen (ijazah Jokowi) palsu itu tidak pernah berubah,” katanya.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya