Dokter Tifa: Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Bisa Menjadi ‘Luka Sejarah’ Bila Tak Diusut Tuntas!

DEMOCRAZY.ID – Dokter Tifauzia Tyassuma kembali menanggapi penetapan status tersangkanha di kasus ijazah Jokowi.

Dia meyakini, apa yang dilakukannya sejauh ini yakni menguji keaslian ijazah Jokowi, adalah untuk kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia

Meskipun pada akhirnya dia dihadapkan masa perkara hukum, Tifauzia menyerukan agar rakyat “harus berani bersatu ketika muncul dugaan bahwa kekuasaan di masa lalu digunakan secara tidak semestinya.”

Poin utama dari seruannya adalah mengenai isu dugaan pembohongan ijazah, di mana ia menegaskan bahwa rakyat “berhak menuntut kejelasan sebagai bagian dari kewajiban moral menjaga integritas negara.”

Dr. Tifauzia menyamakan perjuangan untuk mengungkap dugaan ijazah Jokowi ini dengan semangat sejarah Perang Diponegoro.

Ia menekankan bahwa perjuangan ini bukanlah tentang kekuatan fisik, melainkan “keberanian melawan manipulasi” dan perlawanan moral terhadap ketidakadilan.

“Semangat itu pula yang mendorong saya berdiri hari ini: meluruskan apa yang terasa mengganggu nalar publik,” sebut dokter Tifa melalui pernyataan tertulis yang diunggah di X miliknya, Jumat (14/11/2025)

Ia menambahkan bahwa perbaikan bangsa hanya dapat terwujud melalui “keberanian di atas rata-rata.”

Dalam konteks dugaan ijazah palsu, ia melihat bahwa keberanian untuk bertanya, meneliti, dan mengungkap adalah kunci untuk menjaga standar etika dan moral kepemimpinan.

Dr. Tifauzia memberikan peringatan keras bahwa jika isu dugaan pemalsuan ijazah ini tidak diselesaikan “secara terbuka dan ilmiah,” maka ia akan menjadi “luka sejarah” dan “beban moral yang diwariskan pada generasi mendatang.”

“Bangsa yang membiarkan ketidakjujuran menjadi preseden, akan membayar mahal di masa depan,” tegasnya.

Keyakinan pada Pemerintahan Prabowo

Meskipun menyuarakan kritik dan tuntutan kejelasan, dr. Tifauzia menyatakan keyakinan terhadap pemerintahan saat ini.

“Saya percaya bahwa pemerintahan Presiden Prabowo saat ini memiliki kesempatan besar untuk menuntaskan persoalan-persoalan yang tertinggal,” katanya.

Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa “Presiden Prabowo tidak akan membiarkan masalah penting tetap menggantung, termasuk isu yang menyangkut integritas publik,” yang menjadi alasan ia melangkah “dengan tenang, menyandarkan diri kepada Allah.”

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya