DEMOCRAZY.ID – Dua pendakwah kenamaan Tanah Air, Ustaz Abdul Somad (UAS) dan Ustaz Das’ad Latif, dipastikan absen dalam agenda silaturahmi dan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Presiden Prabowo Subianto pada hari ini, Kamis (5/3).
Ketidakhadiran Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam pertemuan antara Presiden dan organisasi kemasyarakatan Islam tersebut dikarenakan dirinya tengah menjalankan kegiatan safari dakwah di Brunei Darussalam. Melalui perwakilannya, UAS memanjatkan doa agar agenda tersebut membawa kebaikan.
“Semoga pertemuan tersebut bermanfaat untuk ummat dan bangsa. Amin,” harapnya.
Langkah serupa juga disampaikan oleh Ustaz Das’ad Latif. Melalui akun Instagram pribadinya, ia mengonfirmasi ketidakhadirannya dengan penuh rasa hormat.
“Kehormatan besar, bapak Presiden mengundang ulama silaturahmi dan ibadah bersama di istina negara,” tulis Ustaz Das’ad.
“Dengan segala hormat, kami menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menghadiri undangan silaturahmi tersebut,” lanjutnya menjelaskan. Absennya tokoh agama asal Makassar ini disebabkan oleh adanya agenda lain yang sudah terjadwal jauh hari sebelumnya.
Meski tidak dapat hadir secara fisik, Ustaz Das’ad Latif turut mendoakan kesuksesan acara kenegaraan tersebut.
“Kami tetap mendoakan semoga acara silaturahmi tersebut berlangsung dengan lancar, penuh keberkahan, serta semakin mempererat hubungan kebersamaan antara Ulama dan Umaro. Amin,” pungkasnya.
Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, Presiden Prabowo Subianto pada hari Kamis (5/3) ini memang menggelar acara buka puasa bersama para ulama dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar membenarkan agenda tersebut saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan pada Rabu kemarin.
“Kan biasa Bapak Presiden mengundang tokoh-tokoh agama ulama untuk buka puasa ya, besok itu juga,” ujar Menag.
Menag Nasaruddin menambahkan bahwa undangan buka puasa bersama tokoh-tokoh agama ini merupakan bagian dari agenda rutin Presiden Prabowo selama bulan suci Ramadan.
Adapun daftar tamu yang diundang mencakup berbagai tokoh agama terkemuka, perwakilan ormas Islam, hingga para pimpinan pondok pesantren.
Jumlah undangan tersebut juga telah disesuaikan dengan kapasitas daya tampung ruangan yang ada di Istana.
Terkait teknis pelaksanaan, Nasaruddin mengungkapkan bahwa hal tersebut sudah dibahas secara mendetail dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo pada Rabu siang.
“Kita bicarakan teknisnya, ya Alhamdulillah. Seperti biasa, ya biasa seperti yang sering diundang itu, tokoh-tokoh agama, ya ormas-ormas Islam, pimpinan-pimpinan pondok, sesuai dengan kapasitas yang ditampung oleh ruangan yang ada,” terangnya merinci.
Kendati demikian, Menag Nasaruddin Umar tidak memberikan bocoran lebih lanjut mengenai materi atau isu strategis spesifik apa yang akan diperbincangkan antara Presiden Prabowo dengan para tokoh Islam dalam pertemuan tertutup tersebut.
Sumber: Inilah