DEMOCRAZY.ID – Komika Pandji Pragiwaksono mengaku dirinya kena sindiran karena tidak membahas Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam materi stand up comedy Mens Rea-nya.
Gelaran stand-up comedy atau lawak tunggal Pandji yang bertajuk Mens Rea telah dihelat di Indonesia Arena, Jakarta Pusat Sabtu (30/8/2025) lalu.
Stand-up comedy Pandji ini pun mulai tayang tanpa sensor di platform streaming Netflix sejak 27 Desember 2025.
Sejumlah nama politisi dan aparat, khususnya pada Pemilu 2024 dan terkait isu-isu besar di Tanah Air serta kondisi maupun kebijakan politik Indonesia saat ini, dibahas sekaligus dijadikan materi lelucon oleh pria kelahiran Singapura, 18 Juni 1979 itu.
Di antaranya, Presiden RI Prabowo Subianto, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, eks Kadiv Propam Ferdy Sambo, eks Kapolda Sumbar Teddy Minahasa Putra, hingga eks Wakil Kepala BSSN Dharma Pongrekun.
Nama Anies sempat disebut sekilas dalam punchline atau klimaks guyonan terhadap Gibran.
Di mana, awalnya Pandji menyinggung alasan warga memilih calon pemimpin, yang berkaitan dengan kondisi fisik.
“Ada yang memilih pemimpin berdasarkan tampang, banyak! ‘Ganjar ganteng, ya’, ‘Anies mAnies, ya’, ‘Prabowo gemoy, ya’,” tutur Pandji di atas panggung, sebagaimana dikutip dari penggalan video stand-up comedy-nya yang viral di media sosial.
Lalu, Pandji melanjutkannya dengan membahas kondisi Gibran yang, menurutnya, matanya kerap terlihat mengantuk di berbagai kesempatan.
“Atau wakil presidennya; ‘Gibran ngantuk ya.’ Salah nada, salah nada. Maaf, Gibran ngantuk, ya? Ya kayak orang ngantuk dia ya,” ucap Pandji sembari menirukan mata sayu anak sulung mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) itu, sehingga langsung disambut gelak tawa para penonton.
Pandji pun mendapat sorotan dan sindiran lantaran minimnya pembahasan Anies Baswedan sebagai tokoh politik untuk di-roasting dalam Mens Rea.
Pemain film Comic 8 tersebut mengaku, dirinya dianggap tidak berani mengkritik Anies dan disebut sebagai pendukung mantan calon presiden di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024 itu.
Apalagi, dulu Pandji pernah menjadi juru bicara tim pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam pemilihan kepala daerah atau Pilkada DKI Jakarta 2017.
Hal tersebut pun dibantah langsung oleh Pandji.
Pandji mengaku, justru dirinya adalah YouTuber yang paling banyak mengkritik Anies Baswedan.
“Oke, banyak yang bilang alasan kenapa Pandji tidak ngebahas Anies Baswedan di Mens Rea adalah karena Pandji enggak berani ngebahas Anies Baswedan dan enggak berani ngebercandain, dan karena saya mendukung Anies Baswedan,” tutur Pandji, dikutip dari tayangan yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, Sabtu (10/1/2026).
“Nah, sekarang faktanya adalah tidak ada satu pun YouTuber di Indonesia —YouTuber ya, bukan media— yang lebih banyak bikin video mengkritik Anies Baswedan daripada Pandji Pragiwaksono. Fixed.”
Pandji lantas mengurai, ada banyak video dirinya menyindir Anies di platform YouTube selama periode 2017 hingga 2023.
“Buka aja YouTube, search Pandji Anies, habis itu scroll aja terus tuh, lewatin yang video wawancara, yang media-media, terus aja, pasti bakal ketemu. Kalau mau, buka YouTube-nya gua dari periode 2017 sampai 2023, banyak banget,” kata Pandji.
Kemudian, Pandji menjelaskan bahwa dirinya pernah membuat video tentang review atau ulasan masa jabatan Anies Baswedan, dengan durasi lebih dari dua jam.
“Bahkan, waktu itu gua pernah bikin video review satu masa jabatan Anies Baswedan. Durasinya 2 jam 22 menit kalau enggak salah, dengan skor dua bintang dari lima bintang,” ujar Pandji.
“Ngomongin soal tuduhan korupsi Formula E, DP 0 persen, banyak banget. Tidak ada lagi tuh YouTuber lain yang ngelakuin itu.”
Pandji juga menyebut video lain di mana dirinya mengkritik suami Fery Farhati Ganis tersebut.
Mulai dari video khusus polemik program hunian DP 0 Rupiah era Anies Baswedan, lalu video tentang pernyataan Anies yang menyebut Kali Item sudah diibaratkan seperti septic tank, tanki bawah tanah kedap air untuk menampung dan mengolah limbah tinja.
“Bahkan saya punya satu video spesifik, judulnya DP 0 besar,” papar Pandji.
“Semua orang yang nonton pasti tahu nih yang di Septic Tank Anies, banyak banget, yang dia telepon pas gua lagi di luar negeri tanpa nanya gua lagi di mana. Terus gua bilang, ‘Katanya peduli rakyat. Gua bayarin billing-nya aja kagak dipeduliin tuh, roaming soalnya,’ kata gua.”
Kemudian, Pandji mengaku pernah membuat video yang menyebut Anies curang karena tiba-tiba menang jadi Gubernur DKI Jakarta, padahal elektabilitasnya rendah.
Lalu, Pandji juga mengungkap video lain, saat dirinya membandingkan perlakuan berbeda dari Anies Baswedan, saat menggerebek kafe di kawasan Senopati pada Juni 2021 lalu terkesan garang soal disiplin protokol kesehatan era pandemi Covid-19, tetapi terkesan ramah saat bertemu Habib Rizieq.
“Terus yang sempat viral, yang gua bilang Anies elektabilitasnya rendah, tiba-tiba menang jadi gubernur DKI, pasti curang. Itu semuanya ada,” papar Pandji.
“Bahkan ada satu yang viral juga, di YouTube masih ada. Judulnya adalah Habib Rizieq Pulang. Judulnya memang tentang Habib Rizieq, tapi joke-nya tuh tentang Anies, tentang perbedaan sikap Anies ketika lagi ngegerebek Senopati dan ketika ketemu sama Habib Rizieq.”
“Karena waktu itu harusnya semua orang pada pakai masker. Cari deh joke-nya masih ada.”
“Semua orang harusnya pakai masker. Terus waktu ngegerebek Senopati, Mas Anies bilang, ‘Mana maskernya? Mana maskernya? Ayo, mana maskernya?’ Pas Habib Rizieq, “Mana oleh-olehnya?” Wah, beda perilakunya.”
“Terakhir di acara Adili Idola, saya ngebercandain tepat di depan Mas Anies. Saat Fedy Nuril diroasting, Mas Anies nongol. Terus di depannya, gua bilang, ‘Mas Anies janganlah semua undangan didatengin, kelihatan banget nganggurnya.’ Duaar.. meledak banget.”
Pandji sekali lagi menegaskan, dirinya jelas terbukti pernah mengkritik dan me-roasting Anies Baswedan.
Bahkan, Pandji mengklaim, tidak ada komika lain yang lebih sering menjadikan Anies sebagai bahan lelucon ketimbang dirinya.
“Jadi, kalau dibilang Pandji enggak pernah mengkritik dan ngebercandain Anies Baswedan, faktanya akan membantah,” tegas Pandji.
“Sekali lagi cari sendiri. Tidak ada satu pun YouTuber —bukan media— yang lebih sering daripada saya dalam mengkritik Anies di berbagai macam video.”
“Bahkan, tidak ada satu pun komika yang lebih sering daripada gua dalam menjadikan Anies Baswedan sebagai punch line.”
Sumber: Tribun