DEMOCRAZY.ID – Penutupan kompleks Masjid suci Masjid Al-Aqsha oleh tentara Israel selama bulan suci Ramadhan memicu reaksi keras dari sejumlah tokoh Muslim Indonesia.
Salah satunya datang dari Din Syamsuddin yang mempertanyakan sikap Presiden Prabowo Subianto yang dinilai belum menunjukkan respons tegas terhadap tindakan tersebut.
Dalam pernyataannya, Din Syamsuddin menyebut penutupan Masjid Al-Aqsha selama dua pekan Ramadhan merupakan tragedi kemanusiaan dan pelanggaran kebebasan beragama yang serius.
Menurutnya, umat Islam di Palestina tidak dapat menunaikan ibadah secara normal karena akses jamaah ke masjid tersebut dibatasi oleh aparat keamanan Israel.
“Masjid Al-Aqsha bukan hanya milik umat Islam Palestina, tetapi milik umat Islam sedunia. Masjid ini adalah kiblat pertama umat Islam dan memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam sejarah Islam,” ujar Din kepada wartawan, Senin (16/3/2026).
Tokoh yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Pengarah Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP) itu menilai Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia seharusnya mengambil sikap lebih tegas terhadap pemerintah Israel.
Din bahkan mendorong Presiden Prabowo untuk secara langsung menegur Perdana Menteri Benjamin Netanyahu serta Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui forum internasional yang disebutnya sebagai Board of Peace.
Menurutnya, forum tersebut seharusnya menjadi sarana mendorong perdamaian dunia, bukan justru terkesan diam terhadap tindakan yang dinilai sebagai bentuk penindasan terhadap rakyat Palestina.
“Kalau Board of Peace tidak mampu menghentikan penindasan dan pelanggaran kemanusiaan seperti ini, apa gunanya lembaga tersebut? Jangan sampai berubah menjadi Board of War atau bahkan Board of Tyranny,” tegasnya.
Din juga mempertanyakan mengapa Indonesia tidak mengambil langkah yang lebih tegas, termasuk mempertimbangkan keluar dari forum tersebut jika dianggap tidak lagi menjalankan fungsi perdamaian.
Ia menilai, suara Indonesia sangat penting dalam diplomasi internasional terkait konflik Palestina karena selama ini Indonesia dikenal konsisten mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak segala bentuk pendudukan wilayah oleh Israel.
“Sebagai negeri Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk bersuara keras ketika tempat suci umat Islam diperlakukan seperti ini,” kata Din.
Masjid Al-Aqsha yang berada di wilayah Yerusalem Timur merupakan salah satu situs suci umat Islam.
Kompleks tersebut kerap menjadi titik ketegangan antara warga Palestina dan aparat keamanan Israel, terutama pada masa-masa penting keagamaan seperti bulan Ramadhan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia terkait desakan Din Syamsuddin tersebut.
Isu penutupan Masjid Al-Aqsha di bulan Ramadhan kembali memicu perdebatan luas di berbagai negara Muslim, termasuk di Indonesia, mengenai langkah diplomasi yang perlu diambil untuk melindungi kebebasan beribadah umat Islam di Palestina.
Sumber: JakartaSatu