DEMOCRAZY.ID – Roy Suryo mengaku melihat langsung dokumen ijazah tersebut dalam gelar perkara khusus di Polda Metro Jaya.
Meski hanya diperlihatkan sekilas dan tidak boleh disentuh, Roy tetap menyatakan keyakinannya bahwa ijazah itu tidak asli.
Menurut Roy Suryo dirinya hanya melihat tanpa menyentuh sehingga ia menyoroti kejanggalan pada pas foto dan kondisi fisik dokumen yang dinilainya terlalu baru untuk terbitan era 1980-an.
Momen Roy Suryo melihat diperlihatkan ijazah Jokowi saat mengikuti gelar perkara khusus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (15/12/2025).
Adapun gelar perkara tersebut berlangsung selama sekira enam jam.
Roy mengikuti gelar perkara bersama dua tersangka lainnya, Rismon Hasiholan Sianipar dan Tifauzia Tyassuma alias dokter Tifa.
“Pas foto di barang itu saya dengan tegas dan lantang ragu foto itu sudah lebih dari usia 40 tahun,” kata Roy, kepada wartawan, Senin malam.
Menurutnya, foto terlihat terlalu tajam dan baru untuk dokumen yang diklaim diterbitkan pada era 1980-an.
“Untuk kertas foto tahun 1980-an seharusnya sudah mulai pudar,” tuturnya.
“Bahkan foto di ijazah dokter Rismon yang baru 23 tahun sudah mulai (rusak) ini masih tegas dan jelas,” sambung dia.
Ia menegaskan keyakinannya bahwa ijazah tersebut bukan diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada pada 1985.
“Saya yakin 99,9 persen ijazah Jokowi palsu,” ujarnya, secara tegas.
Roy juga menyebut ijazah yang diperlihatkan penyidik serupa dengan dokumen yang selama ini ia teliti.
Sebelumnya, Roy Suryo hadir dalam gelar perkara khusus di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (15/12/2025).
Roy membawa sejumlah dokumen pembanding, termasuk ijazah Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1985 yang disebut satu angkatan dengan Jokowi.
Ia menyatakan akan memaparkan hasil analisis ijazah tersebut kepada penyidik, yang menurutnya 99 persen palsu.
“Kami membawa contoh ijazah UGM tahun 1985 yang memiliki watermark, embossed (timbul), dan detail lainnya. Itu akan kami tunjukkan, termasuk ijazah pembanding,” katanya.
“Yang ingin saya sampaikan, kami juga dalam rangka menangkis atau tolak bala atau menolak kejahatan. Nanti saya akan mempresentasikan analisis ijazah yang menurut kami 99 persen palsu,” sambung dia.
Ia juga mengklaim memiliki penjelasan terkait pihak-pihak yang pernah menampilkan ijazah itu di publik, termasuk melalui media sosial dan tayangan televisi.
“Kami menolak tudingan itu karena kami tidak melakukan rekayasa apa pun. Kami hanya melakukan analisis. Hasilnya murni dari software atau program,” tegasnya.
“Saya tidak akan menjelaskan detail pasalnya di sini, tapi intinya saya akan menjelaskan siapa yang sebenarnya membuat gaduh. Menurut saya, itu justru Jokowi,” lanjutnya.
Sumber: Tribun