DEMOCRAZY.ID – “Memilih antara anjing dan Muslim bukanlah hal yang sulit,” kata anggota Kongres AS Randy Fine dari Partai Republik, yang memicu gelombang kemarahan dan reaksi luas di media sosial di Amerika Serikat dan dunia Arab serta Islam.
Anggota Kongres dari negara bagian Florida itu menulis dalam postingannya di akun “X” pada Senin kemarin, “Jika kita dipaksa untuk memilih, memilih antara anjing dan Muslim bukanlah hal yang sulit.”
Tak elak, Fine mendapat kecaman dan desakan mundur dari pesaingnya di Partai Demokrat pada Selasa waktu AS.
Fine, seorang anggota Kongres Yahudi pada masa jabatan pertama yang dikenal di Badan Legislatif Florida sebagai “The Hebrew Hammer” selama ini sering membuat pernyataan Islamofobia di media sosial.
Kontroversi terbarunya muncul pada Ahad sebagai tanggapan terhadap postingan dari seorang aktivis Palestina yang berbasis di New York City.
The New York Times melansir kronologinya, Nerdeen Kiswani, seorang warga Muslim Palestina di New York mengatakan dalam sebuah postingan di media sosial bahwa tumpukan salju yang dipenuhi kotoran di kota tersebut membuktikan bahwa anjing tidak boleh mendapat tempat di masyarakat sebagai hewan peliharaan di dalam ruangan.
“Seperti yang telah kami (Muslim) katakan selama ini, anjing-anjing itu najis.”
Fine kemudian mengomentari unggahan itu dengan hinaan terhadap Muslim: “Jika mereka memaksa kita untuk memilih, pilihan antara anjing dan Muslim bukanlah hal yang sulit.”
Komentar tersebut memicu kecaman dari berbagai pihak. Anggota Partai Demokrat dari New York Hakeem Jeffries, mengatakan bahwa Fine “adalah aib bagi Kongres Amerika Serikat. Dia adalah seorang Islamofobia, menjijikkan dan fanatik yang tidak pernah kapok.” resmi dan tuduhan anti-Semitisme.
Mereka juga menegaskan bahwa pejabat terpilih seharusnya mewakili semua warga negara, bukan mengklasifikasikan orang berdasarkan keyakinan agama mereka.
Perlu dicatat bahwa ini bukan pertama kalinya Fine memicu kontroversi dengan pernyataan rasis terhadap Muslim dan Palestina khususnya.
Dalam postingan sebelumnya, dia menyerukan “larangan bepergian bagi Muslim” dan menuntut “deportasi total bagi imigran Muslim legal dan ilegal”.
Randy fine posted this genocidal statement about me. Thing is, no one is forcing you to choose. He’s just like the millions of other racists hounding me this past week, looking for a reason to be Islamophobic.
Just replace Muslims with any other religion and ask if this is ok. https://t.co/eYBTlmCR43
— Nerdeen Kiswani (@NerdeenKiswani) February 16, 2026
Jeffries menambahkan bahwa tidak dapat diterima jika Mike Johnson dan anggota DPR dari Partai Republik terus berdiam diri, mengacu pada anggota parlemen tersebut.
Gubernur Gavin Newsom dari California, yang juga petinggi Partai Demokrat juga mengecam dengan blak-blakan. “Mundur sekarang, dasar rasis jorok.”
Banyak anggota parlemen dari Partai Demokrat menyerukan agar Fine dicopot dari tugas komitenya.
Namun Johnson sebagai pimpinan dari Partai Republik tetap diam, dan Fine membalas dengan komentar lanjutan.
“Tulisan saya adalah tanggapan terhadap seorang pemimpin besar Muslim yang mengatakan anjing harus dilarang di New York City karena bagi sebagian Muslim, hal itu mengganggu mereka,” kata Fine dalam penampilannya di Newsmax.
“Jika mereka ingin kita memilih antara anjing kita atau mereka (Muslim) pergi dari sini, pilihannya mudah.”
Some people are rewriting the timeline around the “dog discourse,” so here are the actual receipts.
I did not start this conversation. I stepped into one that NYC politicians, media, and thousands of residents were already having.
— Nerdeen Kiswani (@NerdeenKiswani) February 17, 2026
Sumber: Republika