DEMOCRAZY.ID – Isu ijazah palsu yang dituduhkan kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terus bergulir.
Setelah Roy Suryo cs, kini giliran politisi senior Partai Demokrat Benny K Harman yang mengungkit soal ijazah palsu meski tak menyebut nama Jokowi.
Beda dengan Roy Suryo yang juga eks kader Demokrat dan mantan menteri pemuda di era SBY terang-terangan menuduh ijazah palsu Jokowi.
Saat menyambut kunjungan para petinggi PKS di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Selasa (25/11/2025) lalu, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sempat menyinggung isu kudeta kepemimpinan Demokrat di tahun 2021 lalu.
Saat itu, Moeldoko yang menjabat Kepala Staf Presiden era Jokowi disebut-sebut terlibat dalam upaya mengambilalih Demokrat.
“Kami mudah memaafkan tapi sulit melupakan,” kata AHY.
Pengamat Politik Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti, menduga ada persaingan antara keluarga Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo menghadapi Pemilu 2029.
Sinyalemen itu, kata dia, tercermin dari kader Partai Demokrat yang menyenggol soal ijazah Jokowi hingga AHY ungkit kudeta partainya di era pemerintahan Jokowi 2021 lalu.
“Ini persaingan di antara keduanya. (Pilpres) 2029, keluarga Jokowi dan keluarga SBY bersaing ini dan dua-duanya punya anak kan,” kata Ray Rangkuti dalam program Bola Liar Kompas TV, Jumat (28/11/2025) malam.
Ray mengatakan posisi SBY dan Jokowi sama yakni sama-sama mantan presiden RI.
“Dengan posisi yang kurang lebih sama persaingan itu kan, satu wakil presiden, satu menko. Kan kurang lebih sama itu semua.”
Saat ini putra Jokowi yakni Gibran Rakabuming Raka menjabat wakil presiden RI.
Sementara putra SBY yakni AHY menjabat Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Baik AHY ataupun Gibran, menurut Ray, sama-sama dalam posisi mendapatkan limpahan berkah dari orang tuanya masing-masing.
“AHY mendapatkan berkah suara dari SBY. Apalagi Gibran, Gibran itu ya luar biasa dia dapat berkah suara dari Pak Jokowi kan. Jadi kita yang nonton ini seru-seruan deh, cocok lah. Jadi enggak usah ditutup-tutupi mereka bersaing dan itu wajar-wajar saja,” ucap Ray.
“Lihat saja nanti, makin kencang ini nanti. Ini masih pelan-pelan. Yang menarik ini kan pintu persaingan ini dibuka oleh Pak Jokowi. Ketika Pak Jokowi mengatakan ada sesuatu di belakang gerakan ijazah palsu itu,” tambah Ray.
Ray menuturkan mengacu pada redaksi yang disampaikan Jokowi perihal pihak di balik tudingan ijazah palsu memang kuat mengarah ke Partai Demokrat.
“Sama Demokrat diambil itu isu ya kan untuk kemudian memutar bahwa kami enggak ini, enggak itu dan sebagainya. Tapi kan enggak berhenti di situ kan,” ujar Ray.
Dia mengaku melihat Partai Demokrat pelan-pelan membangun koalisi dengan partai politik yang sama-sama pernah menjadi oposisi Jokowi.
“Yaitu PKS. Maka pertemuan Demokrat dengan PKS itu, diceritakanlah bagaimana pahitnya dulu mereka di era Pak Jokowi itu.”
Bahkan, sambung Ray, bisa jadi Partai Demokrat dan PKS pada Pemilu 2029 akan menjadi teman baik.
“Pertanyaannya, Gibran ini pakai siapa, masa pakai PSI,” kata Ray.
Terkait pernyataan Benny K Harman, Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Syarief Hasan memberikan klarifikasi.
“Nggak [menyindir], itu sebenarnya sebagai seorang anggota DPR, dia [Benny K. Harman] menjalankan fungsinya sebagai check and balance,” tutur Syarief dalam program Sapa Indonesia Pagi di kanal YouTube KompasTV, Rabu (26/11/2025).
Benny K. Harman yang juga merupakan anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI diketahui menyinggung soal ijazah dan memberikan pujian kepada Arsul Sani.
Pujian itu diberikan lantaran Arsul Sani memilih untuk menunjukkan ijazah S3-nya, transkrip nilai, hingga foto wisudanya kepada publik saat menghadapi tudingan penggunaan ijazah doktor palsu.
Sementara itu, pernyataan Benny dan pujiannya kepada Arsul Sani menjadi sorotan karena muncul di tengah polemik keabsahan ijazah mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang hingga kini belum berakhir.
Hal tersebut disampaikan Benny saat Baleg DPR RI menggelar rapat bersama Kemendikdasmen RI dan Kemenag RI yang membahas hasil pemantauan dan peninjauan UU guru dan dosen di Gedung Parlemen, Senayan pada Rabu (19/11/2025).
Saat itu Benny membahas sertifikasi guru yang rawan diselewengkan, termasuk dipalsukan.
Lantas ia menyinggung tudingan ijazah palsu yang mengarah ke Arsul Sani.
“Ada teman saya, Pak Menteri, hakim dituduh ijazah palsu. Ya, sahabat baik saya Pak Arsul Sani. Tapi hebatnya, dia tampil di depan tunjuk itu ijazahnya yang asli. Enggak kayak yang lain,” kata Benny.
Sumber: Tribun